fun.. abis!!

contact:me@fanabis.com

Friday, March 26, 2004

Wajah yang selalu tak tersenyum

Dia seperti orang kebanyakan. Perawakanya biasa, tidak keren, tidak tinggi dan tak terlihat smart. Sepintas tak ada yang menonjol dari dia. Seandainya sudah sering bersama, ada yang cukup unik. Wajah itu meluapkan ekspresi. Ekspresi yang tertahan dan tak terungkapkan. Bicaranya selalu keras blak blakan, meledak-ledak tajam, menukik ke ulu hati yang paling dalam.

Banyak masalahkah dia? Tak ada yang tahu pasti. Yang jelas wajah itu tidak pernah bisa tersenyum. Dia juga tak pernah menceritakan kepada temannya. Memang tak terlihat dia punya kawan yang sebenarnya. Hanya sekedar kawan basa basi saja. Karena banyak keunikan yang tidak biasa, sedikit yang bisa menerima kehadirannya.

Ternyata hal itu sangat disadarinya. Sejak mulai saat ini, dia merenung, dan berusaha mengoreksi dirinya. Akhirnya ditemukanlah jalan untuk memperbaiki kelalainnya. Maka dia bergegas menuju tempat yang menjanjikan perubahan kesadaran itu. Tak sulit untuk mencapai kesana, karena semua perbekalan sudah tersedia.

Sampai disana, sejenak kesadaran baru itu ternyata benar dia dapatkan. Apa yang dilakukan selama ini sangat keliru. Tak pantas dilakukan oleh dia sebagai manusia yang setara dengan manusia lain. Bahwa mereka itu sama seperti dirinya yang ingin terus menuju ke puncak, yang punya amarah. Tak terasa waktunya sudah harus pulang. Dan segalanya sudah kembali seperti semula. Perjalanan yang baru dilaluinya sudah hanya menjadi kenangan.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home