fun.. abis!!

contact:me@fanabis.com

Thursday, April 08, 2004

memalsukan makna kata

Beragam media mengelilingi dia. Dari deretan kata-katanya dia dapatkan informasi yang dinginkan. Tapi kadang-kadang tak bisa sepenuhnya mempercayai kata-kata yang yang dituliskannya. Bahkan ada beberapa media telah memalsukan kata-kata itu menjadi lain maknanya. Kalau dia jeli memelototi media hari ini, selalu ada kata-kata yang maknanya tidak sepenuhnya benar. Media berusaha untuk menyangatkan atau menyamarkan makna kata-kata itu untuk kepentingannya.

Kepentingan-kepentingan yang mengorbankan makna sebuah kata. Dia bahkan pernah berkenalan dengan seorang wartawan yang selalu menulis dengan kata-kata maknanya berbeda dengan fakta. Bukan bermaksud hiperbolis atau eufimis, tapi memang sengaja memalsukan makna untuk kepentingan medianya. Mungkin biar terkesan berani, eksklusfif, bombastis atau cari aman.

Seorang politisi digelandang , diseret, (bahkan memakai kata-kata dicokok yang setelah aku tanyakan ke beberapa teman yang lain tidak tahu juga artinya apa dicokok) ke MA. Bagi sebagian orang kata-kata itu jorok, tidak sopan dan tidak enak dirasakan. Mungkin terlalu sensitif aja dia. Tapi dia setuju dengan pendapat seperti itu.

Tapi ada juga seseorang yang senang memakai kata-kata yang sopan, tapi sebemarnya kejam. Ingat zaman orba? Bagaimana mereka selalu memakai kata-kata ´kritik yang membangun, ´diamankan´, ´dapat dikendalikan´ dan semacamnya. Hmm.. pengecut yang tak bernyali?

0 Comments:

Post a Comment

<< Home