fun.. abis!!

contact:me@fanabis.com

Tuesday, May 18, 2004

Satu lagi kawan yang pergi

Dua bangku di sebelah kiriku sudah dua minggu ini kosong, tak ada yang menempati. Orang yang menduduki sebelumnya, pindah meja lain, menempati meja kosong yang juga ditinggal pergi lebih dulu. Dan kini makin banyak meja-meja yang kosong yang akan ditinggalkan, sebelum datangnya orang baru. Teman-teman menjadi berkurang, tinggal beberapa. Teringat waktu dulu, sewaktu masih pertama-tama datang, jauh dimasa awal-awal aku sampai kesini. Hanya beberapa meja dan bangku yang ada.

Waktu telah berjalan sampai ke hari ini. Banyak perubahan telah terjadi dengan cepat. Begitu dinamis, dan sangat dramatis. Telah banyak yang datang, begitupun yang pergi. Kedatangan yang selalu menceriakan, menggairahkan karena mimpi-mimpi baru bersemi. Namun Kepergian mereka yang menurut saya lebih dramatis. Malah kadang menyedihkan. Mimpi-mimpinya bisa dikatakan layu sebelum berkembang. Mereka pergi membawa kekecewaan. Suatu perpisahan yang memberikan kesan tidak baik. Sungguh tak seharusnya terjadi.

Dan perasaan itu kini telah mendera semuanya. Tinggal menunggu waktu, dimana ada kesempatan baik, mereka langsung pergi, tak perlu pikir panjang dua kali. Tentunya tak semuanya mengalami seperti itu. Masih ada beberapa yang tetap tak ada rencana untuk pergi. Tentunya mereka adalah orang-orang yang mendukung keadaan tetap seperti sekarang ini. Telah ada geng-geng yang mengelompok. Geng A berseberangan dengan B dan seterusnya. Selain itu juga policy-policy selama ini tidak bijak, turut serta andil dalam menciptakan suasana panas.

Dan itu merupakan salah satu faktor utama ketidaknyamanan yang selama ini mendera. Pemicu dahsyat yang mempercepat keinginan-keinginan untuk pergi. Suasana yang sudah keruh, yang mempengaruhi kinerja sehari-hari. Yang akan menurunkan produktivitas, hehehhe. Ogah-ogahan dan kurang peduli, jika berlaurt-larut tentunya akan merugikan diri sendiri dan perusahaan.

Perpisahan adalah suatu hal yang susah diterima bagi sebagian besar orang. Mengharukan, karena kebersamaan yang selama ini dijalani bersama akan terasa lebih nyaman, tatkala dia sudah jauh. Kenangan yang cukup menyenangkan. Dan mungkin tak akan terulang diwaktu mendatang. Celotehan-celotehan yang lucu, lugas dan lepas yang dia lontarkan kini hilang.

Makin banyak yang telah pergi, tapi itu tak membuat para petinggi ( decision maker ) bergeming. mereka tetap membutakan hati dan logikanya. Entah sampai ada peristiwa macam apa lagi. Semoga tak ada peristiwa yang lebih seram lagi: Kepergian yang dikarenakan kelukaan hati. (ngutip lagunnya eksis:mencari alasan)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home