fun.. abis!!

contact:me@fanabis.com

Friday, June 18, 2004

Bonus

Bonus atau komisi atau apapun sebutannya, terasa nyaman ditelinga. Apalagi jika bisa mendapatkannya, Terasa menyenangkan. Seperti kemarin, aku pun dapat merasakan keceriaan itu. Tanpa pemberitahuan, sewaktu cek rekening tiba-tiba saldo sudah bertambah. Tidak banyak memang, tapi cukup menggembirakan. Setidaknya rencana beli speaker yang selalu tertunda, kini sudah terlaksana.

Sudah sewajarnya orang senang menerima bonus yang tak terduga ini. Kenapa orang cenderung senang mendapatkan uang? Kenapa lebih suka mempunyai uang banyak? Mungkin pertanyaan yang naif dan mengada-ada. Karena memang lingkungan sekarang ini sangat mendukung kenyataan itu. Sukses tidaknya seseorang diukur hanya dengan uang, lain tidak. Dan juga kebanyakan dari mereka hanya mempunyai kesadaran sampai disitu.

Bukan berarti hidup tak perlu uang. Munafik benar jika ada orang yang mengatakan uang tidak penting. Dengan uang semua keinginan bisa terpenuhi. Hidup jadi terasa nyaman dan menyenangkan. Semua masalah terasa mudah diselesaikan. Hal itu memang tak terbantahkan. Bahkan ada orang yang sanggup merasa dirinya lebih tinggi derajatnya bila mempunyai uang banyak.

Kalau tidak hati-hati, uang adalah sumber kejahatan. Bisa melalaikan. Kalau kita lihat sekeliling, masih banyak orang yang memperlakukan sesamanya semena-mena dan tidak manusiawi. Masih sering terdengar kata-kata kasar yang cenderung melecehkan dan menghinakan. Bahkan hanya karena uang sanggup melepaskan perkawanan dan bahkan melakukan pembunuhan. Sangat tragis.

Seperti yang pernah ditulis al Ghazali: uang itu seperti kalajengking. Jika tidak bisa memperlakukan dengan baik, maka jangan kau ambil. Karena jika menyengatmu, maka ia akan membunuhmu.

Dari tulisan tersebut, mungkin kesadaran tentang pemahaman uang perlu diluruskan. Kata-kata Time is money Benjamin Franklin sangat bertolak belakang dengan ini. Uang hanyalah sebagai alat untuk menuju, bukan suatu puncak tujuan. Dan untuk berbuat seperti itu sangat tidak mudah. Perlu keyakinan dan totalitas sempurna kepada Tuhan.

Celakanya lagi lebih banyak orang malah ingin mendapatkan jumlah uang yang lebih dan lebih. Orang-orang yang serakah, selalu kurang dan tak pernah perasa cukup. Dan kelompok inilah yang sekarang mendominasi masyarakat kita.

1 Comments:

Anonymous Anonymous said...

gimana yah, uang...uang...uang dan uang. semua itu memang sudah ada yang mengatur ato dan siapa-siapa yang diberikan uang berlebih dan yang mana yang tidak diberi uang...itu kehendakNYA. Nah, sekarang tinggal kita yang memanfaatkan uang itu sesuai jalan yang dibuat olehNya.

mas mau dong uangnya buat tambah-tambah DP rumah nih :D

6:34 PM  

Post a Comment

<< Home