fun.. abis!!

contact:me@fanabis.com

Sunday, June 20, 2004

Orang-orang unik

Siang hari yang panas. Diantara jejalan penumpang bis kota, ada suara obrolan berisik menyengat. Topik pembicaraanya seputar hal remeh. Penumpang lain saling berpandangan. Sempat aku bertatap pandang dengan salah satu penumpang. Sepertinya dia merasa tidak nyaman. Atau sangat penasaran dengan orang-orang yang sedang ngobrol itu.

Sebenarnya saya cuek.Tak mau tau apa yang terjadi. Setelah melihat "kepanikan" para penumpang lain, penasaranku muncul. Aku menoleh kearah sumber suara. Dan ternyata ada tiga orang manusia yang "unik".

Mereka memakai pakaian laki-laki kebanyakan, celana panjang dan t shirt. Tapi dari gaya, intonasi bicara dan topik pembicaraan, semua orang tahu bahwa mereka adalah waria, banci dan semacamnya. Sebutan yang biasa dipakai untuk kelompok mereka.

Ini adalah pertama kalinya, menjumpai mereka di angkot. Pada siang hari pula. Selama ini mereka tak pernah keliatan di tempat-tempat umum. Kecuali di tempat-tempat tertentu yang semua orang sudah tahu. Biasanya di salon.

Berbeda dengan malam hari. Waktu malam adalah milik mereka dan komunitasnya. Mereka bisa bebas berekspresi sesuai dengan nalurinya. Banyak tempat- tempat favorit yang menjadi ajang bereskpresi mereka. Taman lawang adalah salah satu tempat paling popular di metropolitan ini. Dan kabarnya tempat-tempat itu semakin berkembang sampai ke pinggiran kota.

Mungkin ketiganya adalah para pengangguran yang belum mendapatkan pekerjaan. Sehingga belum seperti teman-temannya yang telah berubah total. Menjadi sosok seperti perempuan yang bermake up tebal? Aku tak bisa menyimpulkan seperti itu.

Kasian sebetulnya mereka-mereka. Selama ini hanya menjadi bahan ejekan, cemoohan dan bahan tertawaan. Belum lagi penolakan terhadap mereka di lingkungan kerja. Dan itu menjadikan mereka hanya mempunyai kesempatan yang sempit. Bahkan hanya di sedikit bidang saja: di salon dan entertainment.

Kenapa mereka bisa seperti itu? Banyak analisa/teori yang menyebutkan bahwa faktor terbesar adalah karena pengaruh lingkungan. Ada yang mengatakan juga karena mereka itu salah didik. Bahkan ada juga yang beranggapan bahwa itu adalah memang kehendak Tuhan. Sebuah bukti kekuasaan Tuhan.

Anggapan itu mungkin bisa saja keliru. Kalau kita buka kitab disebutkan bahwa manusia diciptakan berpasang-pasangan. Laki-laki dan perempuan. Ada siang ada malam, ada hitam ada putih seterusnya. Bagaimana dengan orang -orang yang seolah-olah terperangkap pada tubuh yang salah tersebut?

Membingungkan. Teori yang beredar selama ini mungin salah. Tapi kitab suci pasti tidak salah. Sayangnya kaum agamawan tak pernah membicarakan, membahas secara terbuka. Bahkan di waktu yang sudah transparan ni. Sepertinya mereka memang sengaja menghindar. Ada semacam ketakutan akan ada konflik terbuka dengan kelompok mereka dan pendukungnya.

Mengingat kelompok ini didukung para ilmuwan yang makin gencar berkampanye. Dan atas nama kebebasan mereka mulai mendapatkan tempat. Dulu mereka dan kelompoknya disebut sebagai orang sakit. Tapi sekarang sebutan itu lebih melunak : orang yang mempunyai orientasi seksual yang berbeda.

Melihat gerakan-gerakan mereka yang menuntut hak-hak asasi versi mereka, masalah ini akan menjadi sesuatu yang wajar, biasa, umum. Dan hal itu sudah mulai tampak hari ini.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home