fun.. abis!!

contact:me@fanabis.com

Friday, June 11, 2004

pelajaran pertama (lagi) menulis

Menunggu beberapa hari, akhirnya sampai juga balasan email dari pelatih. Tepat pukul 20.23 waktu pondok indah. Kebetulan aku belum pulang, karena hari itu ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Membaca emailnya, terasa aneh, sangat tak terduga, bahwa ternyata tak ada “pelajaran” bagaimana memulai menulis, apalagi tips-tips yang selama ini ada dalam bayanganku.

Dengan lugas, dia malah meminta untuk langsung menulis. Seperti waktu kita belajar naik sepeda dulu, tanpa banyak teori muluk. Langung genjot dan berlatih keseimbangan, begitu tulisnya. Tanpa basa basi lagi, dia memberikan suatu proses kejarian atau peristiwa masuknya kertas yang telah ditandatangani kedalam segelas air.

Setelah sempat agak bingung, akhirnya aku paksakan untuk menulis minimal 2500 karakter sesuai pesannya. Hasilnya seperti dibawah. Ada perasaan kayak orang idiot, minder dan semacamnya. Tapi tak apa-apa, cuek aja. Apapun komentar tanggapannya, aku akan bisa menerima. Yang jelas aku semakin ingin cepat bisa menulis dengan baik.

Tulisan yang aku kirimkan selengkapnya:

Ketika sesobek kertas yang telah bertuliskan tanda tangan itu menyentuh permukaan air gelas, air dalam gelas bergerak, seperti gelombang laut yang berkejar-kejaran menuju pantai. Hal itu terjadi karena saya sengaja melontarkannya dengan tekanan yang
cukup keras. Getaran gelombang itu menghasilkan satu garis yang sejajar menuju dinding gelas yang kebetulan mempunyai sudut
delapan.

Kertas itu kini masih terapung. Rupanya air dalam gelas memerlukan waktu lama untuk menembus ke pori-pori kertas hvs yang baru saja aku masukkan. Berbeda dengan kertas tisu. Begitu dia menyentuh air, lansung air meresap sehingga tenggelam lebih cepat kedalam dasar gelas.

Bila diamati dengan teliti, tanda tangan yang kututerakan dengan “BOXY” itu lama-lama memudar. Warna merah tinta perlahan-lahan bergerak menuju kebawah. Dan air dalam gelas itu kini tak lagi bening. Ada sedikit warna merah yang melayang-layang, menyebar keseluruh isi air dalam gelas. Tak jelas benar memang, tapi cukup keliahatan dipandang dari gelas yang memang transparan.

Tinta itu rupanya tak bisa larut dengan air, mungkin dikarenakan tinta tersebut dibuat dari berbagai bahan kimia yang telah dicampur. Reaksi kerduanya tak sanggup menimbulkan getaran sekecil apapun. Dan sekarang permukaan air gelas kembali tenang seperti sebelumnya.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home