fun.. abis!!

contact:me@fanabis.com

Thursday, July 01, 2004

Darahmu

Kerumuman di basement. Orang-orang antri mendaftar, kemudian duduk di kursi yang disediakan. Mereka menunggu panggilan untuk di tusuk jarinya dengan jarum tajam sekali pakai. Diambil darahnya satu - dua cc dan di cek. Kalau memenuhi syarat, dipersilakan untuk berbaring di bangku yang sudah disediakan. Petugas segera mempersiapkan sesuatunya dan mengalirlah darah segar ke kantong plastik.

Pengalaman pertama yang mendebarkan. Tidak sakit memang. Cuman takut pingsan aja. Setelah semua teman yang aku ajak menolak, akhirnya sendirian berangkat. Nekat, penasaran ingin tahu bagaimana menjadi pendonor darah. Dan ternyata cukup menyenangkan. Ada suatu perasaan lain, plong. Karena memang keinginan itu sudah terpendam lama. Dan rencananya 3 bulan kedepan bisa donor lagi.

Banyak yang hadir, semuanya orang asing bagiku. Tak ada yang pernah aku lihat sebelumnya. Bahkan ada orang yang tanpa sengaja melihat pengumuman dan ikutan menyumbangkan darahnya. Ini kebalikan dengan teman-teman disekitarku. Mereka semua yang aku ajak menolak.

Kenapa mereka menolak? Yang jelas alasan kesehatan semata. Ada yang bilang semalam barusan begadang, tidak fit. Ada yang mengatakan dirinya kurang darah, berat badan tidak memenuhi syarat. Bahkan ada yang bilang, darah kok di donorkan, orang kalau kita perlu aja belinya mahal.

Aneh juga untuk alasan yang terakhir itu. Memang kita sekarang tak perlu darah darah segar itu. Tapi bukan tidak mungkin suatu saat, siapa tahu kita atau kerabat kita sangat memerlukan. Nah untuk orang-orang yang sangat memerlukan, tentunya darah itu sangat berguna. Apalagi untuk darah golongan tertentu katanya susah dicari.

Seperti cerita petugas yang mengambil darah saya, bagaimana seorang ibu sangat memohon untuk mencarikan darah yang sangat diperlukan anaknya. Dan kebetulan darah yang diperlukan itu sulit didapat. Seandainya ibu itu tak mendapatkan darah yang diperlukan anak itu mati. Dan anak itu adalah anak satu-satunya.

Jadi setetes darah bisa menyelamatkan nyawa seseorang. Mungkin itulah yang memberikan dorongan untuk mulai menjadi donor. Apalagi memang kurang ada uang yang bisa untuk didonorkan. Jadi dengan menjadi donor darah, masih ada kesempatan untuk membantu orang yang membutuhkan.

Setelah selesai, akhirnya makan di ruang sebelahnya dengan menu ayam, telor dan lainnya. Juga ada susu. Darah 250 cc hanya ditukar dengan makanan? Bukan itu maksudnya. Memberikan harapan untuk orang-orang yang memerlukan, itu yang lebih penting.

1 Comments:

Anonymous Anonymous said...

Masih Banyak istilah-istilah yang sama dan sudah di gunakan,di perbanyak lagi dong istilah-istilah yang lain. biar ngga monoton
:) piss

11:13 PM  

Post a Comment

<< Home