fun.. abis!!

contact:me@fanabis.com

Monday, July 19, 2004

gigi nyeri

Gigi geraham di ujung paling dalam, tumbuh di tubuh rahang bawah kiri kini membawa masalah parah. Pagi hari tiba-tiba bengkak dan berlubang. Ulah kuman-kuman keparat yang tak pernah diharapkan datang. Tapi salah aku sendiri, yang selalu malas tidak pernah membersihkan gigi sehabis makan pagi. Biasanya gosok gigi malah sebelum mandi pagi. Kebiasaan yang keliru itu tak lekang oleh waktu. Dan tak pernah ada usaha untuk mengubah kebiasaan itu.

Sebenarnya malam hari selalu menyempatkan diri untuk gosok gigi sekali lagi. Pakai pasta yang katanya membunuh kuman dan bakteri. Bakteri-bakteri yang membelah diri di sisa-sima makanan yang menempel di gusi. Menjadi jutaan bahkan milaran di lautan ludah yang sering tumpah di ujung bibir sebelah, sewaktu tidur mendengur tak teratur.

Mungkin pasta gigi tidak cukup membunuh kuman-kuman yang bikin tidak nyaman itu. Ada produk lain yang mengaku bisa membersihkan gigi sampai ke sela-sela gigi. Menguatkan gusi dan menjadikan gigi putih berseri seterang mentari pagi. Tak perlu kecil hati, untuk tidak mempercayai, buktikan sendiri dan bila tak terbukti, bukti gigi yang tak putih lagi bisa dijadikan materi untuk menuntut produsenya ke pengadilan negeri.

Nyeri itu datang tak pernah diundang. Berdenyut-denyut, terasa menyusup sampai tulang belakang. Terasa sakit menggigit. Bagai ditusuk tusuk seribu jarum beracun dari segala penjuru arah. Nyeri yang telah berubah menjadi sunyi ketika seorang pun tak ada menemani di sisi sebelah kiri. Sunyi yang tersembunyi di tempat kostnya pak Haji betawi.

Kumencoba mengobati dengan sebutir pil pengurang rasa yang tak begitu terasa ada manfaatnya. Tak henti-henti nyeri gigi tak berperi sampai ulu hati. Tapi ada yang bilang lebih baik sakit gigi daripada sakit hati. Mereka semua hanya asal bicara tak mengerti arti kata-kata, asal nJeplak walau itu bikin muak. Senyeri-nyeri sakit hati, masih bisa diobati hanya dengan menulis di diary, ungkapkan isi hati. Sebebas, sepuas tarikan nafas. Nyeri sakit gigi mesti mengeluarkan darah dan amarah. Itu yang biasa dokter sarankan seperti yang dia bilang di akhir pekan.

Tapi aku masih tak menyerah pasrah dan kalah. Aku bertahan, menahan tekanan kuman-kuman. Tak ada yang bisa dilakukan, bahkan menelan. Kantuk pun tertahan, hingga matahari menyembul di balik awan. Meriang di siang yang jalang. Untung nyeri itu sudah hilang. Melayang menghilang ditelan gelap bayang-banyang siang.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home