fun.. abis!!

contact:me@fanabis.com

Tuesday, July 06, 2004

pemberian

Lapar. Siang sudah lewat. Tapi enggan untuk beranjak mencari makan. Karena hari libur, tak ada orang jualan. AC mati. Panas, ruangan pengap. Tubuh-tubuh setengah telanjang. Tapi tak juga membantu menawarkan panas suhu ruang. Butiran air mulai menetes dari dahi, kepala, menuruni punggung terus kebawah.

Lapar terus menuntut. Terdengar suara dari surga, "Sudah makan siang belum?" Siapa yang berteriak itu? Horeee... Berkah yang tak terduga. Ada yang mentraktir makan siang hari ini. Orang yang suka mentraktir biasanya panjang umur dan rezekinya.

Kebajikan yang nyaris sempurna. Apalagi bila dibarengi dengan murah hati, rela dan mementingkan orang lain. Orang yang dermawan tak hanya suka mentraktir. Tapi juga suka bersedekah. Memberikan sesuatu kepada orang-orang yang sangat membutuhkan, tanpa mengharapkan balasan.

Tidak mudah untuk mencapai tingkat pemahaman sampai disini. Walaupun mungkin sudah tahu manfaat sedekah. Suara-suara dari langit mengatakan bahwa semakin sering kita bersedekah, makin banyak rezeki yang kita dapatkan. Dan orang suci juga mengatakan bahwa barang yang kita sedekahkan itulah harta kita yang sebenarnya.

Bagaimana membiasakan aktivitas mulia itu?

Selain itu orang dermawan biasanya suka ngasih hadiah. Memberikan sesuatu dalam rangka acara tertentu. Bisa hadiah ulang tahun, hadiah perkawinan dan hadiah karena berprestasi. Dengan maksud agar lebih terpacu untuk tetap mempertahankan kebaikan yang telah dicapainya.

Tapi dia tak pernah melakukan sogok atau suap. Sekecil / sesederhana apapun maksud dia, kalau dia memberi dengan maksud tertentu itu adalah suap. Suap hanya dilakukan orang-oran yang sedang gelap pikiranya dan picik. Dan orang yang tergoda menerima suap, tak pernah menyadari bahwa itu lebih menjijikkan dari bangkai.

Namun bagaimana dengan pemberian yang diberikan oleh seseorang/ badan dengan syarat tertentu? Apakah itu juga mulia? Misalnya undian yang dilakukan oleh bank yang kini sedang marak? Atau undian yang dimaksudkan agar penjualan suatu produk naik?

Berbeda juga dengan bonus. Bonus merupakan hak. Seseorang akan mendapatkan bonus jika dia telah melampaui target tertentu yang telah ditetapkan. Jika tidak melampaui target, bonus tak akan bisa diterima.Biasanya ini terkaitan dengan penjualan atau pembelian.

Sedangkan komisi, biasanya didapatkan setelah seseorang berhasil melakukan transaksi penjualan. Biasanya komisi ditetapkan sesuai dengan perjanjian sebelumnya. Misalanya sekian persen dari total nilai suatu barang. Komisi sama dengan upah.

Senang tentunya mendapatkan sebuah pemberian. Tapi pepatah mengatakan tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah Memberikan sesuatu kepada orang lain itu mulia, namun celakalah bagi orang-orang yang suka mengharapkan pemberian orang lain.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home