fun.. abis!!

contact:me@fanabis.com

Thursday, August 19, 2004

lupa

Sampai tulisan ini terupload, sudah 10 hari tak pernah ngeblog. Lupa, terlupakan atau melupakan?. Mungkin alasan terakhir yang tepat. 10 hari terakhir ini memang banyak pekerjaan yang harus selesai. Dan dengan keterbatasan tenaga, mood dan niat, akhirnya baru hari ini menulis lagi.

Kenapa suka melupakan sesuatu? Mungkin karena dianggap tidak penting. Atau memang karena benar-benar lupa? Tapi kalau lupa biasanya tak perlu waktu lama untuk mengingat kembali. Atau terlupakan, lupa yang secara tak sengaja?. Entahlah setiap orang bisa mempunyai jawaban yang berbeda beda.

Tergantung niatan masing-masing personal. Cuman aku kira tak ada orang yang mampu untuk lupa selamanya. Yang ada hanya melupakan. Sengaja, dengan sesadar-sadarnya melakukan sesuatu agar bisa lupa, walau hanya sebentar. Dan pasti usaha untuk melupakan sesuatu itu tidak berhasil. Artinya kita tidak pernah bisa benar-benar bisa melupakan sesuatu kejadian.

Mungkin banyak yang tidak sependapat. Hanya saja kalau mau jujur, bertanya pada diri sendiri, pasti akan tahu jawabnya bahwa kita sebenarnya memang tak pernah benar-benar lupa. Kalau kita menginginkan sesuatu untuk tetap tinggal di ingatan, kita pasti tak akan pernah lupa, walau sebentar.

Banyak fakta yang menunjukkan kalau kita bisa melakukannya. Buktinya banyak orang mampu mengingat atau bahkan menghapal alquran, menghapal kamus. Imam Syafi’i misalnya, pada usia 7 tahun udah hapal al-Quran 30 juz. Dan lupa, terlupa itu hanyalah alasan untuk pembenaran kesalahannya.

Kemampuan otak manusia mungkin bisa dianalogikan disc. Tapi kalau disc punya kapasitas menyimpan data tertentu, otak manusia bisa menyimpan data yang tak terbatas, tentunya tak terbatas sesuai keterbatasan manusia, hehehhehe. Kecuali jika fungsi otak sudah menurun karena rusak atau sudah uzur, otomatis kemampuannya berkurang.

Pernah ingin melupakan suatu kejadian yang tidak menyenangkan? Nah dengan sengaja kita berusaha melupakan peristiwa itu dengan tindakan yang menyenangkan. Entah itu yang melibatkan kegiatan otak atau olah tubuh. Dan ternyata kita kesulitanuntuk menghapus data yang pernah terekam. Bisa lupa tapi hanya sebentar, sementara waktu, selama otak atau perasaan kita terfokus pada salah satu tindakan yang menyenangkan itu.

Tapi apakah perlu dengan sengaja melupakan sesuatu? Aku kira tak perlu. Karena semua kejadian sebenarnya adalah proses ke suatu tujuan tertentu. Dan semua peristiwa akan memberikan pengalaman pada keyakinan kita. Dan pengalaman akan memberikan nilai untuk mengetahui sebuah kebenaran, kekkekeke.....

Hmm...kebenaran apa? Kebenaran yang merupakan tujuan akhir. Kebenaran yang mana? Tentunya kebenaran itu sangat bersifat personal. Tergantung tindakan yang dilakukan dan pengalaman yang dirasakan. Dan itu pasti tidak akan pernah sama antar orang per orang.

Misalnya bagaimana pandangan seseorang tentang pelacur. Apakah tindakannya itu benar atau salah? Untuk mengetahuinya, tentunya sangat tergantung pengalaman kehidupan seseorang. Jawaban sejujurnya bisa ditanyakan ke hati nurani masing-masing. Bagaimana tahu bahwa jawaban itu keluar dari hati nurani? Perlu latihan, ritual yang bisa mem"pekakan" rasa.

hehehe jangan anggap aku sok tau, aku memang tidak tahu. Makanya lebih baik melupakan uneg-uneg ini. kekekekekek

0 Comments:

Post a Comment

<< Home