fun.. abis!!

contact:me@fanabis.com

Thursday, September 09, 2004

kasian dia

Bom diledakkan lagi. Banyak orang terluka dan ada korban meninggal. Duka dan bencana bagi orang yang ditinggalkan. Terutama keluarga yang kehilangan Ayah sebagai pencari nafkah. Tak hanya luka fisik, bisa jadi peristiwa itu akan menimbulkan trauma mendalam selama hidupnya.

Teman saya shock! Dia membatalkan makan siangnya. Sudah kenyang melihat para korban. Serpihan-serpihan daging dan potongan tubuh bertebaran. Tampak korban yang masih memeluk sepeda motornya. Dan ada juga yang terjungkal dengan keadaan kepala masuk ke got. Semuanya sudah menjadi mayat.

Ada juga polisi tergeletak minta tolong dengan wajah tak berbentuk. Anak kecil tergolek belepotan darah dan baju compang-camping. Rupanya petugas medis belum sempat mengurus saking banyaknya korban. Seluruh kaca gedung disekitar ledakan pecah menjadi pasir. Sepeda motor, mobil hangus.

Siapa pelakunya? Belum terungkap. Semua hanya menduga-duga. Semua mendadak jadi pengamat. Ada yang menduga pelakunya adalah JI. Alasanya yang menjadi sasaran utama adalah orang-orang australia. Dan ini masih terkait dengan bom bali oktober 2002 lalu.

Yang lain mengatakan pelakunya adalah pendukung salah satu peserta capres. Dengan keamanaan yang tidak bagus, diharapkan bisa menaikkan pamor salah satu capres yang bersangkutan. Dan masih ada analisa-analisa lain.

Ucapan dan karangan bunga dukacita deras mengalir ke salah satu stasiun tv. Intinya semua mengutuk pelaku pemboman. Dan kebanyakan minta pelakunya dihukum mati. Bahkan ada ibu-ibu yang berharap pelaku dan keluarga semuanya dihukum mati. Maklum semua dalam keadaan emosional.

Kenapa banyak orang mengutuk pelaku kejahatan tersebut? Kasian memang para korban yang menderita seumur hidupnya. Tapi sebenarnya kasian juga pelaku pemboman itu. Pelaku tersebut hanyalah korban juga dari kesesatan faham/keyakinannya.

Tidak ada keyakinan yang mengajarkan untuk membuat sengsara orang lain. Semua menuju pada satu tujuan: Kebenaran. Dan Kebenaran hanya bisa dicapai tanpa harus merusak. Hanya cara/jalan yang yang berbeda. Ada jalan lempang, ada jalan ribet penuh semak dan mungkin ada yang melalui jalan terik berpasir tanpa air. Semua tergantung pada pilihan pribadi masing-masing.

Sayang sekali para penjahat itu harus melewati jalan gelap yang merusak. Hanya karena menuruti ego dan nafsunya, dia tak bisa mendengarkan pilihan nuraninya sendiri. Dia hanya mengikuti ego orang lain yang meracuninya.

Beruntung kalau pelaku itu masih hidup. (Karena diduga bom itu adalah bom bunuh diri), sehingga masih ada kesempatan untuk memperbaiki blue print untuk kehidupan selanjutnya. Kehidupan yang lebih abadi. Kehidupan yang tak ada kematian.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home