fun.. abis!!

contact:me@fanabis.com

Wednesday, September 08, 2004

orang yang disayang

Munir, aktivis pejuang ham berpulang (6/9/04). Munir lahir di malang, 8 Desember 1965 (39 tahun.) Masih muda, masih segudang impian dan cita mulia belum kelar diwujudkan. Namun orang tak akan melupakan apa yang telah dilakukan semasa hidupnya. Hidup singkat yang berarti untuk banyak orang.

Tidak hanya Munir pejuang kebaikan mati muda yang semangatnya terasa sampai kini dan nanti. Rupanya mereka itu lahir lebih cepat dari zamannya. Mereka itu antara lain Ra Kartni (25 th, lahir 21 April 1879 - 17 September 1904), Chairil Anwar (27 th, Medan, 26 Juli 1922 - 28 April 1949) , Soe Hoek Gie (27 th, 1942-1969), elang mulia, widji Tukul dan masih banyak lainnya.

Keberpihakan mereka sangat jelas, pada orang-orang tertindas. Menyuarakan kebenaran walau kadang nyawanya diancam. Dia tetap tak goyah dengan "kemewahan" dunia. Orang-orang yang teruji. Dan Sayang mereka cepat meninggalkan kita. Atau "beruntung" mereka, hidupnya tak sempat tercemari dengan kejahatan.

Apakah suatu kebetulan mereka itu mati muda? Mungkin tidak! Semua hal, sekecil apapun telah direncanakan Tuhan. Mungkin Tuhan terlalu menyayangi mereka. Tuhan tak ingin jika mereka berumur panjang, mereka akan tergoda menjadi orang jahat? Entahlah.

Perjuangan mereka telah diakui dunia. Walau mungkin mereka itu berjuang tanpa keinginan mendapatkan pujian. Mereka ikhlas, bertindak untuk kepentingan banyak orang. Tindakan yang makin sedikit dilakukan orang era kini.

Yang pasti sosok-sosok itu kini tak bisa berbuat apa-apa lagi. Seperti kata Chairil :
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapan
Atau tidak untuk apa-apa


Namun cita dan semangat mulianya akan terus bergema.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home