fun.. abis!!

contact:me@fanabis.com

Friday, October 15, 2004

lawakan puasa

Jika anda sempat nonton acara tv menjelang, saat dan sesudah sahur, semua stasiun tv menyiarkan acara komedi yang diselingi pertanyaan seputar masalah puasa. Kecuali metrotv yang menyiarkan acara "serius" menafsirkan Ayat Al Quran.

Yang paling beruntung mungkin para komedian. Bulan Ramadhan benar-benar bulan yang penuh berkah bagi mereka, kalau berkah yang dimaksud adalah uang. Dalam satu acara life tersebut, minimal ada lima atau lebih orang komedian yang tampil. Belum ditambah arti-artis lain yang mencoba menjadi pelawak juga. Ustad, pun tampaknya tak mau ketinggalan bergaya seperti para pelawak juga.

Acara-acara tersebut tak ada bedanya dengan acara hiburan sri mulat, ngelaba, chatting dan ketoprak humor. Yang membedakan hanyalah adanya selingan pertanyaan dari para pemirsa seputar puasa Ramadhan. Dan jilbab yang dikenakan oleh presenter perempuan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pertanyaan-pertanyaan para pemirsa pun nyaris sama. Tak beranjak dari seputar masalah-masalah mendasar yang mungkin kebanyakan anak sudah tahu jawabannya. Apakah berciuman membatalkan puasa, Bagaimana hukumnya bergosip? dan hal remeh-temeh lain.

Acara yang kurang bermutu. Kecuali memang tujuannya hanya sekedar membanyol. Dan celakanya disuka banyak orang. Ini terbukti dengan rating yang selalu tinggi untuk acara-acara macam itu. Dan tidak salah kalau stasiun tv membuat acara yang disuka pemirsa. Kalau tidak, stasiun mana yang mau rugi?

Sebagai pemirsa, kenapa mau-maunya menonton acara lawakan seperti itu? Seperti kata temanku acara tersebut cukup menghibur. Mungkin alasan temenku itu tidak salaj. Cuman apakah sudah begitu stresskah kehidupan, sehingg perlu hiburan macam itu?

Atau jangan-jangan kita sebagai pemirsa memang tidak ada pilihan lain acara yang lebih bagus? Tentu saja tidak. Masih ada acara tv yang mengemas acaranya lebih elegan, bernas dan memberikan pengetahuan dan pencerahan bagi pemirsanya. Metrotv misalnya.

Stasiun non entertainmen itu menghadirkan nara sumber-nara sumber keren. Acara tafsir misbah yang dipandu Quraish Shihab sangat memberikan pencerahan bagi pemirsa. Juga wawancara Dewi Huges dengan Safii Antonio ( ekonom syariah) yang berada di mesir. Pembahasan tentang ekonomi syariah sangat detail dan panjang lebar. Orang yang selama ini kurang tahu akan menjadi paham apa beda ekonomi syariah dengan ekonomi konvensional.

Sudah selayaknya sebagai pemirsa bisa cerdik memilih acara yang ditonton, mana yang sekedar hiburan dan mana yang memberikan mis pengetahuan baru. Sangat sayang waktu kita hanya terbuang sia-sia untuk hal-hal yang kurang bermanfaat.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home