fun.. abis!!

contact:me@fanabis.com

Tuesday, October 05, 2004

ramadhan

Ramadhan tinggal 10 hari lagi. Semarak menyambut bulan suci untuk orang islam itu sudah terasa. Di jalan-jalan utama terbentang spanduk, discount di mall, siaran langsung ceramah di tv dari masjid-masjid utama dan setiap orang mempersiapkan diri secara fisik dan mental. Bulan sebagai waktu untuk intropeksi.

Bulan Ramadhan identik dengan makan sahur, pulang kerja lebih cepat dan sholat tarawih. Rutinitas tahunan yang tidak banyak berubah. Setiap tahun kegiatannya selalu marak. Gemerlap penuh keceriaan. Dan semua orang mengalami keceriaan setahun sekali itu.

Tampaknya kegiatan selama bulan Ramadhan itu hanyalah rutinitas tahunan belaka. Segala bentuk kegiatan rohani itu hanyalah formalitas belaka. Hampa tanpa makna. Buktinya setelah lebaran kejahatan tak pernah surut. Kebohongan masih saja ditebar disegala lini.

Kenapa makin tahun, makin banyak acara spiritual, tapi tak pernah ada perubahan yang lebih baik? pasti ada sesuatu yang salah. Mungkin orang-orang yang salah dalam memahami makna ramadhan. Atau para pemuka agama, ustadz, dai yang kurang tepat dalam memberikan ceramahnya?

Atau karena sudah "sangat biasanya" kebohongan, kejahatan di kehidupan sehari-hari sehingga tak memberistkan rasa bersalah? Atau memang sengaja selama 11 bulan berbuat jahat itu dianggap tidak apa-apa karena ada waktu sebulan untuk tobat? Karena tobat di bulan ramadhan dianggap bisa menghapus semua dosa yang pernah dilakukan?

Yang jelas, ramadhan sudah tidak mampu lagi untuk memberikan kesadaran baru kepada orang-orang yang sudah terbelenggu dunia. Bagi mereka mungkin perlu suatu peristiwa yang lebih dahsyat untuk membelakakan mata mereka hingga mengerti siapa dirinya.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home