fun.. abis!!

contact:me@fanabis.com

Friday, October 15, 2004

teroris sebenarnya

Biografi setengah hati, sebutan penulisnya untuk buku yang sudah langka di pasaran ini. Kenapa disebut setengah hati? Menurut Imam Samudera, karena memang dia tidak benar-bena berniat menerbitkan buku itu. Takut hal ini akan mengurangi amal kebaikan ibadah dilakukannya selama ini.

Buku terbitan Jazeera, solo ini dicetak pertama 5000 eksemplar. Dan hanya dalam 2 minggu telah habis. Dan denger-denger buku ini tidak boleh beredar lagi. Tapi berita ini belum tentu jelas kebenarannya.

Memang secara keseluruhan buku ini mengajak pembacanya untuk berperang. Berperang dalam arti yang sesungguhnya dengan senjata. Hampir di setiap uraiannya selalu mengutip ayat Quran, hadits tentang peperangan untuk menguatkan pendapatnya. Benar-benar ajakan untuk mengobarkan semangat perlawanan terhadap teroris.

Teroris? Ya. Menurut Imam samudera, Amerika dan sekutunya adalah teroris yang sebenarnya. Mungkin banyak yang sudah paham bahwa tindakan AS san sekutunya selama ini tidak benar. Penyerbuan ke Irak, pembantaian anak-anak dan wanita di Afganistan adalah hanyalah salah satu contoh terornya. Dan dengan gagah beralasan untuk menjaga perdamaian dunia.

Penderitaan anak-anak dan perempuan di afganistan itulah yang mengobarkan semangat Imam Samudera pergi ke Afganistan, negeri para syuhada. Negeri yang sebenarnya masyarakatnya tak pernah mendendam. Pada umur yang masih muda (20 th) Imam berangkat ke Afganistan, sendirian. Dia hanya diantar temannya sampai ke Malaysia. Selanjutnya sudah ada seseorang yang menjemput dan mengantarkan ke negeri para penghuni syurga.

Afganistan dengan pegunungan yang tandus, cuaca dingin mencekik kulit tak membuat Imam Samudera goyah pendirian. Dentuman mortar, rentetan peluru adalah suasana kehidupan kesehariannya. Dengan keadaan seperti itu membuat Imam selalu waspada dan selalu berjaga-jaga

Tidak hanya penyerbuan dengan senjata. Amerika dan sekutunya menyerbu dengan media, hiburan dan demokrasinya yang bertolak belakang dengan nilai-nilai Islam. Dan ternyata teror Amerika itu diamini oleh hampir sebagian negara-negra besar. Termasuk Indonesia yang mayoritas masyarakatnya muslim.

Dalam buku setebal 280 halaman itu, Imam juga menceritakan alasan-alasan kenapa jihad sebagai pilihannya. Juga "keanehan-keanehan" yang dihadapi selama dalam penjara. Dan itu yang makin menambah keyakinannya untuk mengejar surga. "Surga itu dibawah naungan Pedang!", begitu keyakinannya. Tapi Apakah harus selalu dengan Pedang yang sebenarnya? Baca deh selengkapnya.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home