fun.. abis!!

contact:me@fanabis.com

Friday, December 03, 2004

cenayang

Tahun baru, orang-orang hampir di seluruh bumi merayakan. Mereka Membuat "pesta" untuk menyambut detik-detik pertama tahun baru 2005. Anak-anak muda tumpah ruah disepanjang jalanan, Restoran Hotel bahkan ada yang di puncak gunung. Semua ingin menjadi saksi pertama kali datangnya hari.

Ada hal rutin yang tak pernah ketinggalan dalam peyambutan tahun baru yaitu Ramalan. Para cenayang, dukun, forecast, fortune teller merasa mendapat moment yang tepat untuk mengeluarkan "visi" nya. Mereka semua sepertinya telah terpapar dengan jelas. Layaknya sedang menonton layar TV.

Salah satu cenayang terkenal Mama laurent meramalkan perceraian para artis makinmarak. (Bukanya sekarang aja sudah) dan Ada juga artis sineteron yang akan meninggal. Ada artis yang makin redup sinarnya, ada yang akan naik daun. Semuanya standar. Orang awam pun akan bisa mengatakan hal yang sama.

Dan itu dilakukan setiap akhir tahun. Rupanya para cenayang itu beruntung, karena sampai sekarang, belum pernah ada orang yang meneliti sampai dimana kebenaran apa yang dikatakannya. Orang-orang begitu cepat melupakan sebuah peristiwa.

Bahkan novelis, Tom Clancy sudah meramalkan keadaan indonesia 2005 pada tahun 2001. Dan ternyata ramalan itu salah belaka. Rupanya ramalan itu hanyalah sebuah cerita imajinasi semata. Dan novelnya tetap laris.

Kenapa orang-orang begitu tertarik dengan para peramal itu? Apakah mereka memang benar-benar mempunyai keahlian melihat masa depan? Tak taulah. Konon para abg perempuan lebih percaya pada nasehat-nasehat para cenayang dibandingkan mendengarkan nasehat ibunya.

Sampai era digital muncul pun, ramalan tetap digemari. Semua koran, majalah, tabloid, online, tv, radio hampir semua menyisakan ruang buat ramal meramal ini. Mulai dari peruntungan jodoh dan karir. Tak hanya ramalan versi Barat, China dan Jawa pun semua marak.

Jadi kira-kira bagaimana nasib kita tahun depan? Gaji naik, dapat komisi, bonus, dapat tempat yang lebih keren?atau ketemu calon isteri? Kayaknya semua tergantung bagaimana kita melangkah dengan penuh kesadaran.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home