fun.. abis!!

contact:me@fanabis.com

Wednesday, January 12, 2005

iblis iblis


Kubuka jendela kamar, terlihat orang-orang bergegas. Hari masih pagi benar, mataku masih berkabut. menatap tidak jelas wajah orang di sisi kiri jalan. Bergerak menuju ke arah yang sama: Wisma pondok indah. Wajah-wajah itu berbeda dari yang sering kulihat setiap hari. Bentuk dan karakternya asing.

Laki-laki, perempuan, tua muda wajahnya hitam kelam. Bentuknya aneh-aneh seperti hewan buas, ada yang rambutnya dikerubuti api dan lainnya menyeramkan. Tapi anak-anak kecilnya tetap imut dan innocence

Apakah mereka iblis-iblis yang menyamar? Bukan. Mereka masih manusia-manusia biasa seperti kita. Perilaku. Tindakan-tindakan keseharinya yang selalu dibalut dengan sifat-sifat iblis saja yang mengubah wajah mereka. Kalau kita amati, kita akan menemukan banyak tindakan seperti itu disekitar kita.

Contoh yang sangat sederhana dan remeh-temeh aja, berapa kali kita berbohong dalam sehari lewat niat dalam hati, tulisan, omongan? Berapa kali kita berkata kotor setiap jam, berapa sering kita berprasangka buruk kepada orang di sekeliling anda? Berapa sering anda punya niat jahat ke orang yang tidak disukai?

Ternyata sifat-sifat iblis itu begitu melekat dekat dengan perbuatan kita sehari-hari. Dan itu berlangsung terus-menerus. Wajar saja jika hampir semua wajah-wajah itu akan akan berubah menjadi hitam dengan bentuk-bentuk yang menjijikkan.

Mengapa Tuhan menciptakan Iblis? Tuhan maha jelek? Tidak juga. Tulis milis tetangga, penciptaan iblis adalah untuk memperkuat keberadaan manusia yang sebenarnya baik. Juga untuk menegaskan bahwa iblis adalah makhluk yang memberontak total pada Tuhan. Kalau iblis tidak ada, bagaimana akan tahu manusia itu baik? Tak ada ukuran jahat bila ukuran kebaikan tak ada hehehhe ....

Saya tidak sedang menunjuk-nunjuk keburukan kalian. Karena saya juga masih manusia berbalut iblis. Lagian kalau saya menunjuk-nunjuk keburukan mereka, sebenarnya secara tak sadar juga menunjuk keburukanku sendiri. Bahkan lebih banyak. Gak percaya? Coba aja kalian menunjuk kesana, hanya satu jari yang benar-menunjuk, tiga jari mengarah ke diri kita sendiri. Malu kan, ternyata kita tak lebih banyak keburukan saya dari mereka?

Hanya saja, susah juga menghilangkan kebiasaan-kebiasaan iblis itu. Pada hal katanya kalau kita bisa meninggalkan kebisaan-kebiasaan buruk itu, Tuhan akan semakin menambah dan menambah lagi kebaikan kepada diri kita. Begitupun kebalikannya. Jadi hanya ada dua pilihan. Harus memilih. Ingin Netral, atau berada di tengah-tengah, tidak bisa.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home