fun.. abis!!

contact:me@fanabis.com

Friday, January 14, 2005

lotre

Undian yang selalau menjanjikan surga. Tapi fakta lebih menyakitkan dari yang diperkirakan. Tapi terasa hanya sebentar. Dan penasaran ingin menang itu muncul lagi.

Seperti yang kualami siang ini. Ternyata belum beruntung juga. Setelah meneliti deretan nama 1000 pemenang sampai mata pedes, namaku tidak tercantum di koran itu. Ini mungkin yang ke 100 an kali aku mengikuti undian, kuis, tabungan berhadiah atau apapun sebutannya.

Tapi aku tidak putus asa. Sudah sejak anak aku mengikuti undian-undian seperti itu. Karena mudah, hanya sebatas menjawab pertanyaan yang sudah disediakan. Atau melakukan transaksi minimal sekian rupiah dapat poin dan seterusnya. Atau yang lagi marak, kirim sms ke nomor tertentu. Lebih sederhana dan cepat.

Masih ingat ketika itu, waktu sd, ada undian coca cola yang syaratnya hanya menyerahkan 2 tutup botol coca cola disertai nama dan alamat jelas. Kemudian dikirim ke PO box tertentu. Beruntung disamping rumah aku ada penjual minuman. Tinggal kumpulin semua tutup coca cola lalu kirim.

Dalam waktu sebulan, seribuan tutup botol dikirim. Hari penentuan yang ditunggu tiba, ternyata namaku tidak ada. Hadiah utama lepas dari genggaman. Kecewa sejenak, dan melupakan. Sampai sekarang pun, aku masih rajin ikut undian di tv, bank, departemen store, radio, internet, media cetak dan undian liar macam togel dan pakong.

Nah model undian yang terakhir ini yang dikatakan liar. Karena tidak mendapatkan ijin dari pemerintah. Dan undian yang di tv dan kawan-kawannya itu legal. Boleh. Tapi apakah yang legal itu artinya tak berdosa? Entahlah, kayakya urusan agama tak ada hubungannya dengan pemerintah. Hal yang dilarang agama, pemerintah membolehkan, asal ada ijin.

Jadi sesuatu itu berdosa atau tidak, pemerintah yang menentukan?.

Lha bagaimana peran pemuka agama, moralis yang duduk di pemerintahan, ulama independen dan seterusnya? Untuk hal-hal yang seperti itu mereka semua diam. Mereka sengaja menutup mata dan mulut. Acuh. Sepertinya tidak penting-penting banget.

Tak hanya perjudian legal yang marak. Prostitusi yang legal pun sangat dipersilakan. Tempat-tempat mesum berbintang tak diusik. Atau memang tidak tahu?. Kalau baca jakarta undercover, pelacuran kelas atas itu melibatkan pengusaha, selebritas dan pejabat.

Hanya pelacur-pelacur kelas bawah yang beroperasi di jalan, taman, pinggir-pinggir rel kereta yang selalu diberantas. Orang-orang kecil selalu dikorbankan. Orang-orang kecil yang selalu tak ada pilihan.

Memang lebih mudah mengorbankan mereka. Karena mereka tak ada uang, relasi dan sedikit pengetahuan. Tapi jangan salah, mereka punya kekuatan yang dahsyat: doa. Mereka lebih dekat dengan Tuhan, apalagi mereka yang teraniaya.

Sampai kapan orang-orang menginginkan "surga" itu? Tak taulah. Sampai sekarang dimana-mana lagi trend undian, judi, lotere, forecast, kuis, tebak skor dan lainnya. Masih tertarik?

0 Comments:

Post a Comment

<< Home