fun.. abis!!

contact:me@fanabis.com

Tuesday, January 04, 2005

mencipta danau

Most bitter are the quarrels of brothers. (pepatah latin).

Sebelumnya aku hanya melihat kekerasan di berita-berita tv dan media lain. Pembunuhan, perkosaan, perampokan dan pelecehan tiap hari diberitakan. Belum lagi kekerasan "pura-pura" yang ada di semua sinetron dan film. Dua puluh empat jam nonstop semua chanel di tv menghadirkan kekerasan. Dan saya masih merasa jauh dari kekerasan itu. Karena saya tidak secara langsung kenal dengan orang-orang itu.

Tapi perasaan saya itu keliru. Ternyata kekerasan itu begitu dekat, sedekat aliran darah yang mengalir di sekujur tubuh. Memang setan-setan pengobar kemarahan itu sanggup masuk meresap dan mengikuti aliran darah dari jantung sampai ke otak.

Malam itu suasana memang mendung padat menghitam. Udara nyaris tak terasa pergerakannya. Aku pencet tombol kipas. Klik dan kipas tetap bergeming. Di ruang kotak berukuran 3 x 4 meter terasa sempit dan sesak. Aku buka kaos yang membalut kulit yang mulai mengkilat.

Tiba-tiba aku mendengar dinding tergedor keras. Braakkkk.. bersamaan itu tampak tubuh tergeletak di lantai yang terbuat dari papan. Tubuh itu terlempar karena tendangan di bahu kirinya. Tapi dia kemudian berdiri tegak. Adegan selanjutnya adalah dua orang yang beradu jotos, bergumul dan hasilnya pelipis kiri salah seorang itu robek. Dia harus ke dokter.

Untung perkelahian dua bersaudara itu ketahuan orang lain. Akhirnya perseteruan itu berhasil di lerai. Walau salah satu dari mereka masih memendam kebencian. Sambil memegangi pelipisnya, sumpah serapah dan makian tak henti-hentinya keluar dari mulutnya. Orang-orang muda yang masih menyimpan kekuatan dahsyat, namun kurang bisa mengendalikan.

Sakit, harus ke dokter dan mengeluarkan uang. Belum lagi komentar orang-orang sekitar yang melihat peristiwa itu. Harga yang terlalu besar untuk sebuah kelalaian memanage perasaan. Kenapa harus dengan jalan kekerasan? Alih-alih menyelesaikan masalah, bisa bisa malah menciptakan masalah yang lebih besar.

Orang-orang yang suka melakukan kekerasan cenderung karena tidak bisa menyediakan tempat yang cukup untuk menampung ketidaknyamanannya. Ingat cerita seorang kakek yang menyuruh cucunya meminum segelas air yang diberi segenggam garam? Tentu saja sangat pahit. Kembali kakek meminta segenggam untuk dimasukkan ke sebuah danau. Rasanya? Garam itu terasa tawar.

Bagaimana cara untuk menyiapkan sebuah danau agar semua masalah tidak akan begitu terasa? Proses menuju ketahapan itu tentu saja tidak mudah. Keinginan kuat saja belum cukup. Harus mengerti lebih mendasar apa tujuan hidupnya. (kok jadi ngomongin tentang agama).

Sebagian orang menganggap, bahwa marah itu wajar dan sehat. Apakah agar selalu sehat harus selalu mencari korban untuk dimarahi? Heeheheh... ( Seperti bos bos baru itu lho yang menganggap marah itu bagian dari otoritasnya kepada bawahan. Dan nanti setelah bisa klosing, target tercapai tinggal minta maap. Gampang dan sederhana).

Cuman ada pepatah mengatakan, orang yang tidak bisa marah, itu adalah orang bodoh, orang yang tidak ingin marah itu orang bijak. Jadi ingin pilih menjadi kelompok yang mana?

0 Comments:

Post a Comment

<< Home