fun.. abis!!

contact:me@fanabis.com

Monday, January 24, 2005

pesta besar

Idul Adha, orang-orang banyak berkorban, kambing, dompa atau sapi. Hari itu banyak ternak dipotong, daging melimpah di setiap sudut kampung. Orang-orang melupakan makna sebenarnya Idul korban. Sejarah nabi Ismail sejenak lenyap. Hari berubah menjadi pesta hura-hura.

Ada dua anak muda, membeli bir, vodka dan durian di hero bintaro siang itu. Cukup banyak bir dan vodka dikeranjang. "Mas ko banyak beli birnya, " sapa mbak kasirnya. "Iya mba buat begadang nanti malam. Bakal sampai pagi nih, sate kambingnya bikinnya banyak, lanjutnya.

Di depan masjid Istiqlal, orang-orang mengantri sambil membawa kupon warna kuning. Ada anak-anak sampai nenek-nenek. Mereka berdiri berjam-jam menunggu giliran mendapatkan satu bungkus plastik daging. Rupanya panitia panik, kupon yang disebar 4000 ternyata yang datang 7000 orang. Aksi dorong mendorong terjadi. Dan kerusuhan berakhir setelah diatur polisi.


Di daerah kedoya jakarta barat, pesta sate kambing sanggup memusnahkan tempat tinggal mereka. Sebanyak 50 rumah semi permanen habis terbakar karena kelalian mereka. Idul adha yang berubah menjadi nestapa. Sate kambing yang sanggup melenakan kewaspadaan.

Kalau kita lihat di tv, banyak orang yang berkoar-koar, seolah sengaja memperlihatkan, dia berkorban sekian ekor kambing atau sapi. Entah apa yang ada didalam kepala dan hatinya. Mudah-mudahan saja mereka-mereka itu niatnya memberikan isnpirasi kepada orang-orang untuk turut berkorban di tahun yang akan datang.

Sementara di cileduk, justbeheru, memanfaatkan momen idul adha untuk lebih mengenal pacarnya. Membakar sate bareng-bareng, saling berpegangan tangan dan saling menyenderkan badan , layaknya orang pacaran lah, kata dia. Untuk lebih mengenal (tubuh) pacarnya dia membayangkan untuk chek ini di Puncak. Tapi baru sebatas angan.

Di hari itu juga, dua teman saya di bandung meninggal karena tertabrak truk. Kepala belakangnya hancur dan meninggal seketika. Ceritanya dua kakak beradik itu ingin menemui calon clietn barunya. Sang kakak yang bertugas di solo itu sengaja pulang untuk liburan di rumah orang tuanya. Hari itu keduanya dimakamkan. Orang tua yang ditinggalkannyahanya bisa pasrah. "Saya belum seberapa, hanya kehilangan dua anak, sementara orang aceh kehilangan semuanya, katanya lirih di ujung telepon. Idul adha tahun ini benar-benar mendapat ujian yang dahsyat.

Banyak kejadian di hari raya itu. Apa yang bisa kita cerna dari semua itu? Bagaimana dengan saya? Saya juga masih belum tambah beriman..........

0 Comments:

Post a Comment

<< Home