fun.. abis!!

contact:me@fanabis.com

Monday, January 10, 2005

usia 11

Dylan Verdi tercatat sebagai videoblogger termuda dunia yang dimuat di abcnews. Seperti bloger lainnya, dia merekam semua peristiwa yang dia sukai, yang dia dengar dan pikirkan. Hebat? Bisa jadi. Karena belum ada catatan yang mengalahkannya.

Jangan bandingkan Dylan dengan masa kecilku di kampung. Melakukan aktifitas apa sewaktu umur 11? Berlayang-layang, main sepeda, main lumpur, petak umpet dan berkhayal ingin pergi ke dunia lain. Semuanya tak kalah asyiknya dengan mainan Dylan. Tetap megesankan dan tak terlupakan.

Perputaran dunia lebih cepat dan kurang disadari. Bahkan bumi yang kita pijak pun berputar terus tapi kita tak merasakan. Batu-batu, tumbuhan, awan, matahari semua bergerak. Menuju ke satu tujuan yang sama: ke ketiadaan. Era kini anak-anak tidak lagi main mobil-mobilan atau main loncat tali. Tapi komputer dan peralatan IT yang lain. Entah seperti apa macam mainan anak-anak sedekade mendatang.

Dylan adalah contoh anak-anak produk dari revolusi teknologi. Hal-hal sebelumnya sangat tidak mungkin, kini bisa dilakukan dengan mudah. Termasuk untuk melakukan mainan yang berakibat negatif. Pornografi, carding, cracking, hacking, phreaking adalah contohnya.

Nah untuk yang ini, pastilah orang tua yang pusing. Untuk memastikan anak-anak anda bukan salah satunya, mestinya harus memonitor perilaku mereka dalam ber"internet". Kenali tanda-tandanya.

Usia 11 adalah masa-masa yang belum ada niat jahat dan nafsu serakah. Hanya baru sebatas meraba-raba apa sebenarnya yang terjadi disekitarnya. Segudang pertanyaan berkecamuk dikepala. Tapi susah untuk menanyakan ke orang yang tahu.

Bukan tidak berani atau malu. Tapi tidak tahu kemana pertanyaan itu tepatnya akan disampaikan? Ke orang tua, teman atau ke orang-orang yang tidak dikenal? Entahlah..... Kalau sudah mentok seperti itu, biasanya ke buku lah pelarian itu. Tapi pernyataan-pernyataan di buku tidak memuaskan dan tidak lengkap. Akhirnya semua terjawab oleh serangkaian kejadian-kejadian sehari-hari.

Dan dari pengalaman itu, akhirnya mampu untuk memberikan nilai, mana yang benar, agak benar dan tidak benar. Tapi baru sebatas kebenaran dan tindakan yang dilakukan orang-orang. Terus kebenaran yang sebenarnya itu bagaimana? Belum tahu jawabannya sampai sekarang.

1 Comments:

Blogger cemoet said...

duuh. mesake pakde karmin iki.. jaman cilik dolanan ne lumpur, layang-layang dll. aku dong dolanan nee... ngepel omah, umbah-umbah, nguras bak mandi, blonjo nang pasar... :)

hidup.. jadul.. :D

1:03 PM  

Post a Comment

<< Home