fun.. abis!!

contact:me@fanabis.com

Monday, February 07, 2005

libur 90 hari

Libur panjang identik dengan pemalas? Tak jelas benar apakah ada hubungan langsung atau tidak dalam kasus ini. Pagi ini aku baca berita yang secara tersamar penulisnya keberatan dengan banyaknya libur orang melayu. Jumlahnya yaris 3 bulan dalam setahun.

Sebagian orang tidak suka karena kantor, publik service tak buka. Bahkan ada yang sangat menolak, karena kalau hari libur dagangannya tidak laku. Orang-orang yang money oriented rupanya mereka. Mengejar target-target yang dia sendiri tak tau unjungnya dimana.

Aku sendiri sangat mendukung adanya libur panjang. Semakin banyak libur semakin asyik menikmati hari-hari. Bayangkan, pagi-pagi bisa bermalas-malas tiduran sambil mendengarkan "josh groban" atau meneruskan novel "davinci code", diselingi cemilan. Pagi terasa sebentar benar.

Tapi jangan salah, aku bukan pemalas. Menurutku pemalas itu selalu menunda-nunda pekerjaan, entah sampai kapan. Dan Tidak pernah melakukan tanggungjawab dengan tepat waktu. Sehingga benar, apa yang dikatakan salah satu orang yang menolak libur panjang, pemalas akan menyebabkan negara ini "tidak maju". Aku kira tak sesederhana itu.

Libur panjang, tak akan mengurangi produktivitas. Tinggal bagaimana kita menyiasatinya. Kalau bisa bekerja singkat dengan hasil yang memuaskan, kenapa tidak? Kalau kita lihat, semakin negeri makmur, semakin banyak libur yang bisa dilakukan.

Memang di "kita" yang masih negara berkembang ini, para pebisnis, owner, lebih suka sedikit libur. Tapi bukan karena ingin membangun negeri, tapi karena ingin lebih banyak uang yang dia dapatkan. Lain tidak. Dan kalau ada pekerja yang suka ke kantor terus, biasa jadi alasannya ada 3:
1. Dia adalah seorang penjilat, karena ingin dia disebut rajin oleh bos.
2. Dia sedang side job, menyelesaikan projek client sendiri tapi memakai fasilitas kantor.
3. Dia kesepian di rumah ( tempat kost) ke kantor chat untuk nyari teman
4. Atau lagi kenal internet, jadi keranjingan browsing untuk nonton gambar bokep.
5. Sekedar numpang telepon, minum kopi dan makan indomie gratis.

Pernahkah atasan anda menyarankan untuk libur mengambil cuti? Aku ingat-ingat tak pernah ada kerelaan seperti itu. Kalau hari libur tetap masuk, itu sering diinstruksikannya. Dan dia tak pernah tuh merasa bersalah. Mungkin karena dia mengejar target-target yang tak tahu juga ujungnya dimana. Kasian sekali orang-orang yang tak mengerti kemauannya sendiri.

Segeralah berlibur, jangan kerja terus. Makin banyak kerja, makin sedikit waktu untuk merenung, siapa sebenarnya diri sendiri itu. ehhehehheheh....

1 Comments:

Blogger tonC said...

Aku Juga Suka Sekali Kl Setiap Bulan banyak Liburnya. BTW Aku masuk urutan berapa kah? dari nomer 1 sampai 5.
hehehehehhehe

5:19 PM  

Post a Comment

<< Home