fun.. abis!!

contact:me@fanabis.com

Friday, February 04, 2005

profesi

Petang, waktu kerja sudah habis. Ada keraguan untuk pulang ke kost atau tidak. Kalau tidak pulang, renacananya akan ke rumah kakakku, atau menginap di kantor aja. Toh di tempat kost cuman sendirian, tak bisa ngapa-ngapain. Bosan, belum ada buku atau film baru.

Ternyata aku memilih untuk tetap pulang ke kost. Dan pilihanku mengantarkan ke suatu kejadian yang dahsyat, memilukan dan mungkin menjadi renungan. Di luar sana masih banyak orang yang tak seberuntung aku. Bahkan Lebih dari apa yang ada dalam pemikiran aku.

Ceritanya begini: Setelah aku makan malam di pinggir jalan, aku melihat dari jauh perempuan menyeberang jalan. Perempuan itu turun dari boncengan sepeda motor bebek yang dikendarai seorang pria. Dalam keremangan lampu jalan, dia menyusuri jalanan ke arah yang berlawanan dari arah sebelumnya. Sampai di depan toko kayu, tiba-tiba perempuan itu ambruk. Pingsan. Laki-laki yang mengantarnya, sudah lenyap tak ada jejaknya.

Tukang warung rokok, pemilik toko bahan bangunan dan pejalan kaki merubungnya. Kegaduhan kecil terjadi. Salah satu dari mereka berteriak untuk menggotong tubuh perempuan mungil itu ke dalam toko. Perempuan itu membawa sebuah bungkusan plastik. Kaos biru jean warna biru yang dipakainya sudah keliatan lusuh. Wajahnya tampak kacau, apalagi kulitnya gelap, makin mengesankan perempuan ini tak mengurus diri.

Pemilik toko bangunan yang gendut dan sipit lalu menyuruh anak buahnya mengambil air putih di dalam gelas plastik. Dalam keadaan terlentang, perempuuan itu diairi mulutnya dengan sendok. Pelan-pelan perempuan itu siuman. Ditambah dengan air yang dipercikkan ke mukanya, perempuan itu langsung agak sadar penuh.

Kepalanya bergerak dari kiri ke kanan, mengamati sekeliling. Matanya memandang satu persatu orang-orang yang merubungnya. "Dimana aku?, kata pertama yang meluncur dari mulutnya. Tiba-tiba dia menangis, lirih.

"Mbak emang mau kemana?, tanya salah satu perubungnya.

Perempuan itu makin tersedu. Suara tangisnya makin keras. Kemudian dia bercerita, sebenarnya dia adalah calon tki yang akan bekerja di Singapura. Dia berasal dari Soppeng, Makassar. Dia melarikan diri karena disekap. Hanya dengan bekal surat dari agen yang akan mengirimkanya, dia akan pulang ke kampungya. Dari Soppeng dia harus melanjutkan perjalanan satu hari untuk mencapai rumahnya.

Perempuan itu tidak membawa uang sepeserpun. Masih menurut dia, laki-laki yang memboncengnya itu akan membantunya. Tapi di tengah jalan laki-laki itu meminta tidur dengannya. Semalam saja. Tapi perempuan itu menolak. Perempuan itu pingsan karena dua hari perutnya belum terisi.

Dalam keadaan masih sempoyongan dia akan melanjutkan perjalanannya. Tujuannya adalah Tanjung Priok. Dia akan minta bantuan ke TNI angkatan laut untuk dapat menumpang kapal ke Makassar. Pemilik toko bangunan menyelipkan uang 20 ribuan ke tangannya. Perempuan itu mencoba menolak.

"Terlalu Banyak ini, katanya masih sambil menangis. Orang-orang lalu mengantarkan sampai pintu depan. Dan perempuan itu lupa mengucapkan terimakasih kepada orang yang menolongnya. Mungkin kesadarannya belum pulih benar atau karena masih panik.

Jam sudah menunjukkan pukul 8.30 malam. Dia menyusuri jalan untuk pergi ke Tanjung Priok. Oh ya Nama perempuan itu Lina, umurnya 36 tahun. Jauh-jauh dari seberang laut, keinginannya hanya sederhana: menjadi babu, pembantu rumah tangga. Profesi yang dipandang sebagian besar orang bermartabat paling rendah. Dan ternyata itu pun begitu tidak mudah.

Mudah-mudahan dia dimudahkan Tuhan dalam menapaki dunia yang selalu tak terduga.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home