fun.. abis!!

contact:me@fanabis.com

Wednesday, March 30, 2005

kabar baik

Hari ini selepas waktu kerja aku bergegas pulang tanpa mampir. Mendung menghitam dan ada angin berhembus kencang. Perkiraanku badai akan mendera jakarta dan pasti jalanan makin malam makin mampat. Tapi bukan itu alasan utama kepulangan cepatku hari ini. Aku ingin segera menyampaikan kabar baik dari pak direktur kepada isteriku. Kepastian yang sudah aku tunggu sejak dua bulan lalu.

Mulai 1 April uang makan naik 25%. April Mop? Tentu saja bukan. Surat Keputusannya sudah keluar. Pak Direktur Utama sudah teken. Jadi bisa dipastikan, mulai minggu depan pendapatan mingguanku bertambah. Tapi bagiku, kota jakarta terasa makin menghimpitku saja. Karena harga-harga diluar sudah naik, sejak adanya isu kenaikan BBM. Bapak-bapak direktur itu kalau untuk urusan pengeluaran sepertinya jadi lambat berpikirnya. Pada hal karyawan rendahan seperti aku ini, nyaris berlari sekencang-kencangnya untuk menyambutnya. Kalau tidak aku akan benar-benar tak bisa bergerak.

Salah satu temenku, si Faiz kini menjadi pebisnis kecil-kecilan handal. Di sela-sela waktu kerja dia menjual gitar, oli kepada teman-temannya. Temanku yang lain, Bagas menjadi tukang ojek selepas jam kerja. Bahkan ada juga teman perempuanku yang jualan kriuk setiap hari Jumat. Keuntungan dari keterbatasan itu, kini orang-orang menjadi lebih kreatip memaksimalkan potensinya.

Aku mengambil kalkulator, iseng-iseng menghitung-hitung, akan berdampak apa kenaikan uang makan 25% pada kebaikan kehidupan sehari-hariku? Sejak BBM naik dua bulan lalu, semua barang dan jasa yang aku perlukan naik. Sembilan bahan pokok, toiletris, angkutan umum, tempat kost dan semua keperluanku naik. Sementara komponen pendapatan yang naik cuman dari uang makan dan transport.

Tiba-tiba saja kepalaku berputar-putar setelah berhitung, tidak tau kenapa. Sejak sekolah dulu aku memang selalu mendapatkan nilai merah untuk pelajaran matematika. Tapi tetap saja aku selalu naik kelas. Tapi apakah pak direktur dulu juga seperti aku ketika sekolah? Bagaimana dia bisa memutuskan kenaikan uang makan hanya sebesar 25 %? Atau dia tidak tahu, kenaikan harga-harga diluar perusahaanya lebih melambung ke langit? OK karena aku tidak paham hitung-hitungan aku diam saja. Kalau bisa lebih baik melupakan saja. Nanti malah sakit, tambah panjang urusannya.

Mudah-mudahan saja gaji akan segera menyusul naik. Dan aku mengharapkan kenaikannya benar-benar naik, tidak hanya menyesuaikan kenaikan harga-harga yang ada diluar saja. Kalau hanya menyesuaikan seperti itu, wah kapan dong taraf kehidupan keseharianku akan berubah?

Aku tak ingin kehidupanku hanya tergantung pada pak direktur sepenuhnya. Wong dia tidak pernah mengalami kehidupan sepertiku, mana mungkin dia akan bisa mengerti beban yang kurasakan. Aku yakin dia sudah tahu, hanya tak pernah mengalami. Katanya sih pengalaman akan menciptakan kesan yang akan memberikan nilai pada kehidupan seseorang. Ada baiknya kali pak direktur bereksperimen moral, menjadi orang sepertiku dan teman-temanku, baru dia akan paham bagaimana sebenarnya kehidupan karyawan rendahan itu.

Kini aku akan mengikuti jejak Faiz, Bagas dan lainnya saja. Terlambat memang, tapi tidak apa-apa. Bukankah terlambat lebih baik daripada hanya menunggu saja? Tapi aku ragu, bisa ngga ya saya membagi pikiran, konsentrasi, waktu dan tenaga untuk job baru disela-sela waktu kerja? Jangan-jangan aku nanti malah dicap koruptor. Menyeramkan! Oh..Rasanya menghirup udara jakarta makin sesak aja.

Anda saja pak direktur telah memberikan gaji yang besar, tentu karyawan akan bersuka cita, Mengerahkan seluruh kemampuan dan tenaganya untuk perusahaa miliknya. Dengan begitu perusahaan menjadi berkembang pesat. Dan tentu saja suasana akan berubah menjadi lebih menceriakan. Kompak.

Kalau di pikir-pikir, benar juga apa yang dikatakan mas wando, kita sebenarnya masih jauh beruntung. Kata dia, masih banyak orang-orang yang berusaha mencari kerja dan belum mendapatkan. Sementara kita, seberapapun besar/kecilnya kita sudah memperoleh penghasilan yang cukup untuk dipakai bertahan hidup disini. Sabar, nanti akan tiba saatnya kapan kita mendapatkan segala hal yang layak kita terima. Cuman, kapan?

kriuk: merek makanan ringan/snack

0 Comments:

Post a Comment

<< Home