fun.. abis!!

contact:me@fanabis.com

Monday, April 04, 2005

perempuan berwajah menyala

Kelahiran anak sama dengan lahirnya suatu kegembiraan baru, dan patut dirayakan? Jawaban mayoritas pasti iya. Email pagi ini mengabarkan anak pertama Teman telah lahir. Puji Syukur dan ucapan selamat berhamburan. Mereka menyambut dengan pesta. Tercebur ke dunia memang hal baru, tapi membahagiakan, belum tentu.

Bagi si bayi, bisa jadi dunia ini mengawali petaka yang tak pernah berakhir, sampai dia kembali meninggalkannya. Menanggung semua hal yang tak pernah ia maui sebelumnya. Ke depan semua tak pernah jelas. Kalau mau tetap hidup harus bisa survive.

Bayi kecil lemah mulai merengek mencari puting, menyusu ke ibunya. Bagaimana jika yang dihisapnya racun? Bayi tak pernah tahu. Dia hanya menurutkan naluri laparnya. Tak peduli apakah dia akan sehat atau mati setelahnya. Namun nyaris tak ada ibu atau orang yang menjerumuskannya. Bayi tumbuh segar dan lucu.

Masa kecil yang menyenangkan. Masa depan ditentukan bagaimana dia mengisi hari-harinya. Anak yang satu tak seberuntung anak lain. Ada yang menghabiskan di play grup berlumur cat dan permainan warna warni. Ada yang berkeliaran di jalanan, bermain dengan asap dan desing bau busuk keringat bus kota. Untuk mandi, mereka harus menunggu sampai pukul 02 dini hari, ketika polisi di sekitar air mancur tak ada.

Udara dingin dan remang-remang lampu membuat dia lebih aman, seolah mendapat perlindungan. Berderet mobil merayap tak dihiraukan. Dan orang-orang yang berada dalam mobil pun tak memperhatikan. Mereka lebih tertarik pada puting-puting atau sentuhan jari-jari pasangan.

Kebiasaan mandi itu berhenti saat dia sudah merasa malu telanjang didepan sorotan mobil-mobil. Dia pindah, mencari tempat baru yang bisa menampung tubuh dan nalurinya. Naluri terdalam dari seorang remaja laki-laki. Dia menemukan lajur-lajur rel dan gubuk-gubuk disepanjang sisinya. Di keremangan malam rel rel itu sedikit kepenasarannya tercicil.

Dia tahu ada perempuan-perempuan berwajah menyala yang bisa menuntaskan kepenasarannya. Tapi ada satu syarat berat: harus membayar. Dan dia tidak mempunyai uang. Dia mencari cara, menghubungi teman-temannya, dan sepakat patungan ngumpulin duit. Mereka kemudian datang kepada perempuan yang disepakati paling menarik.

Perempuan itu menerima ajakan mereka. Karena jumlah uang yang terkumpul tak cukup untuk semalaman, kesepakatannya adalah giliran. Perempuan itu lalu mengambil korek api. Waktu yang diperlukan untuk satu orang adalah saat satu lidi korek api mulai menyala sampai padam. Deal. Dan berlangsunglah kesepakatan itu.

Cinta baginya hanya ada di film. Cinta kini sudah tergantikan dengan perempuan-perempuan di nomor-nomor telepon, internet, tempat hiburan, tempat kost dan rumah-rumah khusus. Mereka lebih mudah dijangkau. Kapanpun dia menginginkan, akan terpenuhi secepat dia mengeluarkan uang. Dunia yang makin menghauskan. Dunia yang tak ada ujung kepastian.

Kubaca kembali email temanku : Kabar gembira...Alhamdulillah, telah lahir putra pertama dari M. xxxxxxx dan S. yyyyyyy, pada hari Minggu, 03 April 2005 pukul 12.50 WIB dengan berat 2,9 kg dan panjang 47cm yang diberi nama zzzzzzzzzz di RSB Kebayoran lama. Selamat

0 Comments:

Post a Comment

<< Home