fun.. abis!!

contact:me@fanabis.com

Tuesday, April 26, 2005

plagiator sejati

Bagi pencipta, menjiplak atau mencuri ide karya orang lain bukanlah tindakan kreatif, aib besar. Kekeliruan disengaja yang tak termaafkan. Mestinya orang tak akan memandang karya-karya yang idenya menjiplak dengan dua mata lagi.

Namun grup musik dewa telah melakukan penjiplakan sedikitnya empat kali sejak awal karirnya. Pertama tahun 2000 ketika meilis album kelima: bintang lima. Salah satu judul lagi didalam album tersebut: Sayap-Sayap Patah. Semua orang tahu judul itu adalah judul sebuah buku Kahlil Griban.

Sedangkan Roman Picisan dicomot dari novel remaja karya Eddy D. Iskandar yang populer tahun 1977. Eddy tidak mempermasalahkan sama sekali tentang penggunaan judul novelnya tersebut.

Ketiga dalam album ke 6: Cintailah Cinta, salah satu judul lagu dalam album tersebut: Arjuna mencari cinta. Judul ini menjadi kontroversi sampai ke pengadilan, karena sebelumnya penulis Yudhistira AM Massardhi memakai judul tersebut untuk salah satu novelnya. Perseteruan tersebut sampai ke pengadilan dan dimenangkan pihak dewa.

Apakah itu hanya suatu kesamaan kebetulan belaka? Bisa jadi ya, bisa jadi tidak. Hanya Dewa yang mengetahui.

Memang undang-undang di Indonesia memperbolehkan menjiplak judul sebuah karya milik orang lain. Yang tidak diperbolehkan adalah mengambil sebagian/ seluruhnya isi sebuah karya sastra. Karena tidak sesuai hukum boleh, rupanya Dewa tidak kapok.

Kini, dalam album terbarunya laskar cinta, dewa menjiplak sebuah kaligrafi untuk sampul albumnya. Bintang segi delapan itu terdapat juga dalam sebuah ensiklopedi Islam karya.....(lupa). Sangat mirip. Hanya pada sampul cd/kaset dewa huruf terakhir telah di modifikasi menjadi tidak ada.

Mungkin dewa hanya berpegang ada hukum, tidak pada etika. Sehingga penjiplakan itu dilakukan berulang kali. Sedemikian miskin ide untuk sebuah grup musik sebesar dewa? Atau memang dewa sengaja membuat kontroversi, strategi dagang belaka? Yang jelas baladewa, fans berat dewa tak pernah meninggalkannya.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home