fun.. abis!!

contact:me@fanabis.com

Monday, May 30, 2005

pembajak


Akhir-akhir ini iyan, penjual dvd itu selalu datang. Jadwal rutin dia sebelumnya selalu hari jumat. Dia datang pada sore hari, pas orang-orang telah ambil uang makan. Tak pernah dia membolos. Dia paham, pelanggannya di kantor ini banyak. Nyaris lima puluhan.

Siang ini dia menjinjing dua buah keranjang dan 1 tas punggung. Satu tas punggung berisi dvd, satu keranjang kanan dvd juga, dan keranjang tangan kanan coklat. Lalu dia mencari space kosong diantara partisi-partisi tempat orang-orang bekerja. Di sebelah disamping desainer Aldie dia mnggelar dagangannya.

Waktu masih menunjukkan jam kerja.

Serempak orang-orang mengerubuti dvd yang berserak. Tangan-tangan berebut memilih dvd yang akan dibeli. Tak jarang diantara mereka berebut jika persediaan dvd yang dicari hanya satu. Celotehan anak-anak begitu riuh diantara suara-suara ketikan pada tuts sekertaris yang sedang membalas email. Diantara suara lagu dari komputer desainer yang lagi membuat banner.

Tak jarang ada yang memborong sampai 10 dvd tiap minggunya. Ternyata banyak penikmat seni disini. Mengesankan melihat mereka mempunyai apresiasi yang tinggi. Pasti mereka orang-orang yang cukup mengerti budaya. Tahu bagaimana mengargai sebuah karya.

Aku juga berada dalam kerumuman itu. Lalu membeli 2 keping: km 0 dan the sea inside. 1 keping dvd harganya 6000. Kalau mau beli dua keping harganya 11.000. Hmmm. Begitu enak dan mudah untuk menikmati sebuah film. Hanya dengan enam ribu rupiah aku bisa refreshing dalam waktu 100 menit. Apalagi dvd yang dibawa iyan nyaris film baru semua. Bahkan kadang belum muncul di cineplek 21.

Aku membeli tanpa merasa bersalah. Perasaanku sama ketika aku membeli sepotong ayam di KFC, atau segelas es buah yang aku pesan pada Alin, teman kerjaku. Mengenaskan memang sebuah karya yang kadang menghabiskan jutaan dolar di setiap produksinya dihargai 6000 per keping. Teman saya yang penulis menyebut para pembajak itu biadap. Dalam UU RI tentang Hak Cipta ancamanya maksimal 7 tahun penjara atau denda paling banyak 100 juta.

Ada juga temenku yang hanya mau beli bajakan karya orang asing. Kalau karya bangsa sendiri dia masih mau beli yang original. Kasian katanya.

Memang kadang keinginan tak berbanding lurus dengan kocek yang ada. Sehingga nyaris hanya segelintir orang yang bisa menikmati sebuah film (original). Dan ternyata di departemen perdagangan pun film masih dikategorikan sebagai bawang mewah.

Jadi gimana solusinya agar semua bisa nonton film original dengan harga semurah dvd bajakan? Pajak diturunkan? Atau menurunkan kualitas bahan dasar? Atau meningkatkan moral para penonton film sehingga tak ada lagi niatan untuk membajak? Ha ha... tak sederhana memang.

Selama film masih dianggap mahal tentu saja aksi pembajakan pasti tak akan berhenti juga.

Kira-kira apa reaksi para pencipta film-film yang dibajak itu? Sebagai pencipta tentu saja filmnya ingin dihargai selayaknya. Di pasaran dvd asli dihargai sekitar 150.000 per keping. Harga yang cukup mahal untuk seorang karyawan yang bergaji 2 juta per bulan.

Aku tak ingin memperpanjang perdebatan dalam pikiranku. Aku ingin ingin segera menonton km 0 yang menagn 4 penghargaan itu.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home