fun.. abis!!

contact:me@fanabis.com

Tuesday, July 26, 2005

menuju dunia baru

Mungkin ini hanya kesimpulan mereka saja. Dengan meninggalkan dunia, mereka yakin bisa lebih nyaman di dunia barunya. Keyakinan itu diperoleh dalam waktu yang begitu singkat. Ada yang 9 tahun, 10 tahun dan 13 tahun.Anak-anak yang yakin akan dunia barunya lebib baik. Walaupun dunia yang baik itu seperti apa, masih dalam perdebatan. Belum lagi, apakah memang kehidupan setelah dunia itu benar-benar ada? Tak bisa dijelaskan, kecuali hanya dengan meyakini. Dan anak-anak itu yakin, dunia baru itu ada. Dan mereka tak sabar ingin cepat sampai kesana.

Mereka beranggapan kehidupan dunia begitu muram dan menyakitkan. Padahal tak pernah minta lahir kedunia. Dan tiba-tiba di dunia dia harus menanggung ejekan teman-teman sebagai anak tukang bubur. Anak yang selalu nunggak spp. Anak yang dilarang sekolah oleh orang tuanya. Dan probema lain yang nyaris semua orang menganggap masalah itu sangat remeh.

Lalu mereka mulai mencari jalan untuk cepat sampai ke dunia baru. Dari tv, dari koran dan dari film-film, untuk mencapai kedunia baru yang dianggap membebaskan penderitaan, mereka mendapatkan informasi: hanya ada satu cara melalui sebuah kematian. Lalu diambilnya racun serangga dan meminumnya. Ada yang menggantungkan diri dengan tali plastik. Sakit benar. Tapi mereka lebih yakin akan dunia baru yang diinginkannya.

Tapi orang-orang dewasa menyayangkan sikap mereka. Orang-orang yang menganggap dirinya lebih tahu itu menganggap, anak-anak mentalnya belum stabil, pola asuh yang salah dan ada yang menggugat tv yang menyiarkan adanya peri-peri, dewa penolong di dunia lain.

Lalu orang-orang yang merasa lebih tahu itu, memberikan nasehat kepada para orang tua untuk lebih memperhatikan mereka dan memberikan pendidikan agama yang benar.

Boleh saja mereka beranggapan seperti itu. Tapi keputusan itu sudah dibuat. Mereka lebih cinta dunia baru, melebihi cintanya pada ayah ibu, kerabat dan agamanya.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home