fun.. abis!!

contact:me@fanabis.com

Wednesday, July 06, 2005

pesta buku, pesta siapa?

Pesta buku 2005 usai kemarin. Aku datang kesana dalam waktu yang pendek. Begitu tergesa. Karena jam kerja, tak ada yang kuajak bersedia. Dan sampai disana, tak ada yang luar biasa.

Masih seperti tahun lalu dan tahun lalu tahun lalu sebelumnya. Bertempat di istora senayan yang "pengap". Stand-stand di disain memutari pinggiran mengikuti dinding. Lalu di tengah-tengah dibikin juga sekat-sekat, untuk peserta pameran dan jalan. Tak hanya stand buku yang ikut pameran. Ada stand sepeda motor, ballpoin dan mainan anak.

Penerbit yang kelihatan agak ramai dan stand nya bagus hanya gagas media dan mizan. Lainnya penerbit kecil yang bukunya tidak banyak. Buku-buku yang sudah tak beredar di toko buku bisa ditemukan disini.

Walau tinggal 2 hari pameran akan berakhir, pengunjung tak begitu berjubel. Rata-rata mereka berwajah kurus dan "dekil". Kemana orang-orang berwajah bening? Mungkin mereka tak tertarik. Hanya ada Dian Sastro yang me"launch" novel ungu violet dan dwi andhika yang nge-host acara game.

Kemana teman-teman dia? Ah, pertanyaan yang tak perlu jawaban banget. Mungkin mereka merasa tak penting untuk membaca buku. Tanpa membaca pun mereka sudah terkenal dan banyak uang.

Atau bisa jadi dia pesta buku di tempat lain.

Tragisnya orang-orang juga suka tak membaca. Mereka lebih suka nonton tv, karena tak perlu mikir. Dan hanya pasrah saja menerima asupan sampah untuk otaknya. Kasihan orang-orang tanpa buku.

Buku-buku telah dijual dengan harga diskon. Bahkan ada yang haraganya 10 ribu untuk tiga buku yang berbeda. Tapi tetap saja tak ada yang berebut. Mereka lebih suka beli vcd film bajakan.

Setelah berkeliling, aku dapatkan 3 buku. Davinci code, gunung kelima (paulo coelho) dan kenapa tak aku pahat binatang lain? (terjemahan oleh sapardi). Mestinya aku ingin membeli lebih banyak, tapi tak bisa. Bulan depan renacananya pengen buku zahir, paulo coelho. Dan semua buku Dan Brown.

Sore makin tinggal sedikit, para pengunjung makin menyusut. Ada satu ruangan yang riuh, banyak orang masuk ke ruang itu. Kerumunan para perempuan yang telat sholat asharnya. Ruangan untuk mushola laki-laki tak ada. Saya sudah mencarinya.

Yang kutemukan malah keramain di gedung seberang, di JHCC. Tampak kemeriahan disana. Berderet-deret mobil antri parkir di pintu gerbang. Yang keluar rata-rata ibu-ibu beraroma wangi. Ada pameran furniture disitu. Aku langsung pergi, menuju kantor dan ingin segera membaca buku yang kubeli.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home