fun.. abis!!

contact:me@fanabis.com

Saturday, October 22, 2005

niat jahat

Ketika niat melintas lintas di hati, otak secara reflek mencari alasan pembenaran. Otak menyediakan beragam cara untuk mewujudkan. Setan mendengarnya. Dengan sigap langsung menelusup ke dalam urat darah seluruh tubuh mengobarkan semangat. Hasilnya hari ini aku tidak puasa.

Dahsyat. Setan yang mendengar tak pakai telinga, bicara tak pakai mulut, langsung menohok pusat jantung kita, membisik-bisikan kata-kata yang melenakan. "Bukankah masih ada besok pagi untuk berbuat baik. Sekali ini saja, Tuhan kan maha pemurah, pasti dia memaafkan kesalahanmu hari ini.

Dan aku pun tertarik. Menimbang-nimbang sebentar, walau keputusan akhir sudah ada. Kuatnya bisikan setan itu, merontokkan benteng pertahanan yang aku bangun.


Harapan-harapan kenikmatan yang dilambungkan setan, ternyata hanya sebentar saja. Setan bersuka cita berhasil mendapatkan teman baru. Teman bodoh yang mau dikelabui. Katanya sih teman-teman bodohnya itu nanti akan dimanfaatkan setan sebagai pijakan setan untuk meloncat ke surga.

Setan yang banyak dosa menempati lapisan neraka yang paling bawah. Neraka yang paling menyakitkan. Sehingga dia akan kesulitan untuk meloncat ke surga. Boro-boro meloncat, dia pasti lumat oleh panasnya neraka.

Tapi setan kadang lebih cerdas dari kita. Dia tak ingin selamanya berkubang dalam laahr panas, maka dia mencari teman. Bukan teman sebenarnya, tapi mungkin mirip budak. Teman-teman inilah yang ditumpuk sesuai kemapuan setan sampai tinggi, sehingga memudahkannya meloncat ke surga. Itu nanti ketika hari akhir tiba.

Hari ini aku telah menjadi pijakan setan. Aku dengan sadar ikut mengantarkan setan untuk menuju surga. Tapi aku masih punya kesempatan untuk melemparkan setan ke lapisan yang paling bawah lagi jika aku mau. Ini sesuai kesepakatan Tuhan dan setan dulu kala. Setan itu demokratis. Hanya mengajak orang-orang yang mau diajak. Tak pernah memaksa.

Mulai hari ini, aku susun kembali kekuatan untuk lepas dari sekedar mejadi pijakan setan. Lepas dari pengaruh lewat bisikan-bisikan yang tak pernah lengah.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home