fun.. abis!!

contact:me@fanabis.com

Tuesday, October 18, 2005

Voces Inocentes

Setingnya di El Savador, film ini menceritakan seorang ibu dengan tiga anak yang berusaha bertahan di daerah konflik. Suaminya pergi ke Amerika ketika hujan deras. Tanpa ada kata perpisahan dan lambaian tangan. Meskipun Chava (11) berusaha mengejar sampai jembatan kayu depan rumah sambil memanggil-manggil nama ayahnya.

Peristiwa itu terjadi tahun 1980 an ketika terjadi perang sipil. Pemerintah berusaha memadamkan pemberontakan yang berusaha mengambil alih kekuasaan. Nyaris tiap saat terjadi baku tembak. Di saat seperti itu Chava dan ketiga adiknya langsung masuk rumah, membalikkan kasur dan bersembunyi dibawahnya. Rumahnya yang berdinding papan dan beratap seng makin membisingkan peluru-peluru yang berseliweran menerobos jendela.

Si kecil, Ricardito, meraung-raung memanggil ibunya. Bersamaan dengan itu kaleng diatas meja terjatuh kena peluru. Isi kaleng buyar keluar dan salah satunya lipstik warna merah. Dengan lipstik itu Chava dan Maria mencorengi wajahnya untuk menghibur Ricardito. Ketiganya kelelahan lalu tertidur berpelukan ketika Kella, ibunya pulang dari kerja.

Korban tiap hari berjatuhan. Salah satunya adalah tetangga perempuannya, teman sepermainan. Juga penduduk sipil yang tak berdosa. Pada hari-hari tertentu tentara pemerintah yang tidak disukai penduduk menculik anak-anak diatas 11 tahun untuk dijadikan tentara.

Puncaknya, tentara pemerintah datang ke sekolahan Chava untuk mengambil anak-anak yang polos itu menjadi tentara. Lonceng dibunyikan, semua anak berkumpul di halaman. Seorang tentara menodongkan senjata ke kepala sekolah untuk membacakan nama-nama anak yang akan diambil untuk mengikuti latihan militer. Bocah-bocah yang masih berseragam itu tak punya pilihan lain, menuruti atau ditembak mati. Salah satu teman chava, Temo ngompol di celana.

Hari berlalu, saat itu Chava dan teman-temannya bermain di pinggir kali. Tanpa diduga Temo datang dengan seragam militer. Juga dia membawa senapan. Temo kini sudah berbeda, dia dengan sombongnya merendahkan Chava dan temannya. Chava hanya bisa diam, karena beberapa jkali Temo menembakkan senjatanya ke udara.

Secara diam-diam, tentara pemerintah akan mengadakan perekrutan ke rumah-rumah. Kabar ini diketahui teman Chava yang menjadi pejuang. Chava lalu menulis di kertas-kertas lalu membagikan ke setiap pintu. Ketika tentara pemerintah datang, tak ada anak-anak yang muncul. Mereka semua bersembuyi ke atas atap, terlentang menatap matahari.

Film drama banget yang disutradarai Luis Mandoki ini begitu menyentuh dan sangat layak tonton. Tak hanya laris di negerinya sendiri, film produksi 2005 ini telah memenangi banyak penghargaan:

  1. Menang Golden Space Needle Award kategori best Film pada Seattle International Film Festival
  2. Menang Stanley Kramer Award pada PGA Golden Laurel Awards
  3. Menang Glass Bear kategori Best Feature Film pada Berlin International Film Festival
  4. Nominator Golden Kinnaree Award kategori Best Film pada Bangkok International Film Festival
  5. Nominasi Silver Ariel kategori Best Sound, Best Editing, Best Direction, Best Cinematography , Best Art Direction , Best Actress
  6. Menang Silver Ariel kategori Best Supporting Actress, Best Special Effects , Best Make-Up pada Ariel Awards, Mexico

0 Comments:

Post a Comment

<< Home