fun.. abis!!

contact:me@fanabis.com

Saturday, November 19, 2005

kutbah dari masjid

Jumat, orang islam berhenti dari semua kegiatan apapun ketika hampir jam 12.00. Aku memakai baju lebih rapi dari biasanya untuk ke masjid. Aku sengaja berangkat lebih awal, takut tak kebagian tempat . Tampak diluar sudah berderet orang-orang berjalan ke satu titik, semua laki-laki. Banyak dari mereka yang memakai "daster" putih. Ada yang kepalanya diikat kain, udheng-udheng mirip aa gym. Ada yang tak mencukur jenggotnya sampai lebat.

Orang berbaris menuju shaf-shaf yang belum terisi. Waktu shalat sudah masuk. Orang-orang duduk diam. Senyap. Muadzin berdiri tegak, tangannya memegang mik lalu mengumandangkan adzan. Dilanjutkan dengan khutbah dari khatib. Ceramah hari ini seperti minggu-minggu lalu. Di awal selalu menggunakan bahasa Arab. Hari ini bahasa Arab yang digunakan panjang banget. Aku tidak tahu apa artinya. Apakah itu semacam kata pembuka, doa atau memang sudah seharusnya begitu. Baru setelah itu memakai bahasa Indonesia.

Di sebuah kampung di jateng, pernah sepanjang khutbah malah memakai bahasa Arab semua. Di tengah-tengah khutbah, khatib tunjuk jari keatas. Akhirnya aku tau, itu maksudnya doa dan peserta shalat harus mengamininya.

Kalau aku perhatikan, terlalu banyak perbedaan dalam sholat. Ada yang niat sholatnya diucapkan keras, yang lain cukup dalam hati. Ada yang memakai basmalah. Ada yang langsung ke ayat Alhamdullihah...... Setelah mengangkat tangan ada yang sedekapenya lurus, tapi aku melihat sampingku sikunya lebih ditaruh di sisi kirinya. Ketika tahiyat dan jari menunjuk, ada yang lurus tunjukannya, ada pula yang bergoyang-goyang.

Yang lebih ekstrim, (khutbah yang di sampaikan khatib) tak kalah banyaknya. Salah satunya extrimis yang memahami ayat sepotong-sepotong.
Dan aku sependapat dengannya. Tapi aku tidak tahu benar atau salah pendapatku itu. Karena kebenaran sangat tergantung tempat dan waktu. Dulu pejuang kemerdekaan indonesia disebut belanda kaum ekstrimis dan harus dimusnahkan. Juga jaman orde baru banyak orang-orang diculik dan dibunuh. Sekarang bisa jadi kebalikannya.

Masih kata pak khatib, perbedaan itu wajar, karena nabi menyuruh untuk melakukan shalat seperti nabi shalat. Dan wajar saja jika lalu orang melihat dari arah yang berbeda-beda. Hasilnya seperti yang baru saja kusaksikan.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home