fun.. abis!!

contact:me@fanabis.com

Monday, November 21, 2005

laskar pelangi

Keajaiban itu akan datang kalau kau menginginkannya. Mungkin begitu inti novel laskar pelangi andrea hirata. Membaca novel ini aku seperti menceburkan diri ke laut. Semua basah oleh semangat yang digelorakan andrea melalui tokoh-tokohnya. Mulai detik ini aku punya kesadaran baru. Di hatiku yang paling dalam telah kuterakan: aku harus menjadi penulis hebat.

Andrea mengaku tak punya background sastra. Tapi novel pertamanya begitu memukau. Tak hanya materi ceritanya yang original, alur ceritanya pun sanggup memaksa pembaca untuk terus membaca lembar demi lembar sampai halaman terakhir. Aku menyelesaikan hanya dalam waktu 1 hari saja (529 halaman).

Novel ini menceritakan sebuah kisah yang sederhana dan klasik. Semangat untuk menggapai cita-cita tanpa kompromi. Masalah-masalah yang dihadapi tokohnya begitu tak terduga, menerobos dan original. Lintang, harus mengayuh 80 km untuk mencapai sekolah miskin mirip gudang kopra. A kiong yang beragama kong hu cu masuk sekolah muhamadiyah. Trapani, laki-laki tampan yang tak bisa berpisah dengan ibunya. Sahara, satu-satunya anak perempuan di kelas itu sebelum flo pindah dari sekolah elit.

Setiap habis hujan mereka biasa memanjat pohon tua disamping gedung sekolahnya untuk menikmati indahnya pelangi. Diatas pohon filicium itulah kesebelas anak itu berikrar untuk membentuk sebuah persahabatan: laskar pelangi.

Sepak terjang laskar pelangi dengan fasilitas yang sederhana bisa mendobrak keadaan menjadi sebaliknya. Selama 15 tahun selalu kalah dalam loba karnaval dan uji kecerdasan membuat laskar pelangi bangkit. Dan dengan usaha habis-habisan akhirnya Lintang bisa memenangkan uji kecerdasan di tingkat kabupaten. Juga ekspresi seni gagasan Mahar sanggup mengalahkan SD favorit kaya yang selama ini menjadi pemenang.

Andrea, penulisnya yang lahir di belitong sangat berbeda dengan pendahulunya dalam penulisannya. Generasi sebelumnya biasanya memakai kata-kata yang mendayu-dayu, panjang-panjang dan bersayap, andrea dengan cerdas memakai kata-kata yang lugas, jujur dan mempesona. Ada yang bilang karya andrea ini bisa dikelompokkan dalam genre "sastra riset".

Memang, dari awal sampai akhir novel, andrea begitu detail dalam mendeskripsikan tingkah laku tokoh dan tempat kejadiannya. Juga anama-nama latin tanaman dan hewan bertebaran disetiap bab. Selain mengobarkan semangat, novel ini lucu dan mengharukan.

Dalam wawancara dengan koran pikiran rakyat, andrea akan membuat trilogi. Buku keduanya Edensor adalah sebuah lanjutan dari masa-masa perjuangan saya bersama teman-teman saya yang termarginalkan. Buku ketiga tentang patriarki dalam budaya orang Melayu. Bagaimana seorang wanita Melayu melawan budaya patriarki dengan cara yang unik.

Hebat...!

1 Comments:

Anonymous ita said...

i love that book too. is inspirasional book. but too bad i'm not reading yet a last book of for series.

4:48 PM  

Post a Comment

<< Home