fun.. abis!!

contact:me@fanabis.com

Tuesday, November 22, 2005

perasaan perempuan

Seorang wartawan. Dia melihat suatu peristiwa kebakaran dahsyat di depan matanya. Apakah akan terus mengabadikan peristiwa hebat itu? Sementara ada banyak ibu-ibu yang meraung-raung minta tolong untuk menyelamatkan bayi-bayinya?

Mana yang harus didahulukan? Pekerjaan, karena moment itu tak mungkin terulang? Atau mengesampingkan tugasnya sebagai jurnalis dan mengedepankan kemanusiaannya dengan memberikan pertolongan?

Memang tidak mudah untuk menjawab pertanyaan itu.

Hari ini saya sedih banget, membaca blog milik temanku. Dia menceritakan kekecewaanya karena teroris Azahari tertangkap. Bisa jadi kemungkian ada bom meledak berkurang. Akibatnya akan susah mencari berita "breaking news" yang bersambung-sambung.

Dan itu menyebabkan pengakses situsnya turun. Kalau sudah turun, tentu pemasang iklan sebagai andalan modal akan berpikir ulang untuk memasang banner. Kalau tak ada klien tak ada pemasukan. Dan kalau tak ada pemasukan... kalau dan seterusnya.

Aneh, dia hanya berpikir kematian azahari hanya berkaitan dengan pageviews. Tak ada yang lain.

Dia menulis tanpa beban, ringan seperti menenteng bulu angsa di telapak tangan. Dan kesedihan yang diceritakan itu menurutnya unik. Bisa jadi benar, karena aku yakin pasti hanya sedikit orang yang berperasaan sama seperti itu. Buktinya ketika aku tunjukkan ke teman yang lain, teman itu geleng-geleng kepala. Bahkan ada yang men"cap" tidak punya hati nurani. "Bodoh!", komentar teman lain.

Pemilik blog itu adalah seorang perempuan. Islam. Berjilbab. Dan tentu saja beriman. Tapi aku tidak tahu seberapa karung dia telah memperoleh iman. Untuk urusan pekerjaan memang dia super top. Dedikasinya sangat tinggi, tak ada bandingannya diantara teman-temannya. Tentu saja prestasinya itu membuat dia cepat menduduki jabatan tinggi.

Ide-idenya selalu klop dengan bosnya. Dan begitu juga sebaliknya. Apapun yang dikatakan bosnya, dia selalu ok. Dia Mendukung seratus persen tanpa bantahan ataupun argumen apapun. Totalitas yang sempurna.

Tapi apakah memang untuk mencapai tujuan harus dengan berharap orang lain menderita? Entahlah, semoga saja tetap ada berita "besar" yang tidak perlu memenderitakan seseorang.

1 Comments:

Anonymous Anonymous said...

your friend are really bitches.....i am so sad because of those ignorant fuck. tell her if she wanna see the real stuff, please go to iraq, she will find a lot of fun stuff there....bithes

8:55 PM  

Post a Comment

<< Home