fun.. abis!!

contact:me@fanabis.com

Wednesday, November 16, 2005

syawalan abu-abu

Kemarin ada undangan dari kantor untuk merayakan halal bihalal. (Aku lebih suka menyebutnya Syawalan.) Tertera dalam undangan, acara dimulai pukul 18.30 di bebek bali senayan. Tapi jam segitu orang-orang masih sibuk sholat magrib di kantor. Ada yang baru buka puasa dengan indomie rebus.

Selanjutnya masih saling tunggu. Mobil untuk menuju kesana kurang, karena mobil yang disediakan hanya tiga. Sisanya numpang di kendaraan teman yang kebetulan bermobil ke kantor. Terpaksa satu mobil kijang ada yang bersepuluh orang. Jalanan cukup macet, waktu peak jam pulang kantor.

Sampai di bebek bali, aku dan teman-teman semobil datang paling awal kedua. Di depan pintu masuk, ada seorang ex karyawan sudah menunggu. Beramai-ramai kami menaiki tangga menuju lantai dua. Ruangannya memanjang. Di panggung, selain ada peralatan band, bertengger sepeda motor antik. Di samping kiri sudah tertata hidangan yang menggugah selera. Di meja paling ujung warna-warna minuman dalam gelas tampak coklat, merah, hijau dan bening berjajar rapi. Tiang-tiang berselimut kain kotak-kotak dan ukiran kas bali. Uap air dari Ac terasa dingin, ruangan masih lengang.

Ada dua ruangan. Ruangan dalam ber ac yang ada tanda larangan merokok dan ruangan luar yang beratap langit. Hanya sedikit kursi yang di sediakan di tempat ini.

Tak lama, teman-teman dari divisi lain datang berkelompok-kelompok. Dan seterusnya mereka mencari meja-meja kosong dan duduk dengan teman-teman sedivisinya. Terutama para perempuan. Kecuali hanya beberapa orang saja. Makin banyak orang yang tak aku kenal. Orang-orang baru yang memang tak pernah dikenalkan. Mungkin karena dari divisi yang berbeda dan menempati ruang yang berbeda pula. Atau bisa jadi aku yang kurang gaul.

Acara pertama diisi oleh pak direktur utama. Suara speakernya sangat jelek, tak terdengar sampai kebelakang. Ditambah riuhnya anak-anak yang bercengkerama karena jarang ngumpul. Aku tak mendengar dengan jelas. Intinya minta maaf, harus kerja lebih keras lagi karena tantangan lebih berat.

Lalu sambutan dilanjutkan oleh seorang yang mewakili karyawan. Untuk yang ini aku mengabaikan, toh tak penting kan. Perutku sudah tak sabar ingin segera mendapatkan mangsa.

Mendadak, orang-orang menyerbu makanan yang telah disiapkan. Aku terlambat masuk barisan yang sudah panjang. Aku berbalik langsung mengambil buah dan kue-kue kecil yang masih sepi. Juga air putih dan sup krim jagung. Lalu balik lagi mengambil sate. Nyam..nyam..nyam... Ternyata ada yang mengambil porsi lebih banyak dariku. Sepiring penuh nasi dan setumpuk lauk komplitnya.

Acara makan berakhir pukul 09.00. Kami langsung pulang. Tak ada acara salam-salaman. Entah karena keburu pulang atau pembawa acara kelupaan mengagendakan. Acara syawalan berubah menjadi hanya acara makan bersama saja.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home